Pemkab Morowali Utara dan BP2MI Fasilitasi Warga Kerja di Luar Negeri
Jum'at, 18 Juni 2021 - 18:56 WIB
loading...
Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Peluang masyarakat Kabupaten Morowali Utara untuk menjadi pekerja di luar negeri semakin terbuka. Pemkab Morowali Utara siap memfasilitasi warganya yang akan berangkat ke sejumlah negara untuk menjadi pekerja migran.
Sejumlah persiapan kini dilakukan. Salah satu langkah Pemkab Morowali Utara yakni menjalin kerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kedua pihak melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) di Kantor BP2MI di Jakarta, Jumat (18/6/2021). MoU tersebut ditandatangani Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi.
Baca juga:Pemko Palu bersama Kepala BP2MI Tanda tangani MoU Perlindungan Pekerja Migran
Beberapa poin pada MoU tersebut yakni Pemkab Morowali Utara akan menyiapkan anggaran untuk pendidikan dan pelatihan bagi paran calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Sedangkan pihak BP2MI akan menyosialisasikan peluang kerja di negara-negara tujuan penempatan pekerja migran.
"Kami menyambut baik kedatangan Bupati Morowali Utara untuk penandatanganan MoU ini. Artinya, hari ini tepat 11 Kabupaten yang telah bersepakat dengan BP2MI untuk bekerja sama melindungi para pahlawan devisa negara kita," ujar Benny.
Upaya Pemkab Morowali Utara memfasilitasi persiapan pekerja migran bertujuan merespons permintaan di pasar tenaga kerja khususnya Jepang. Saat ini Jepang tengah membutuhkan pekerja seperti perawat.
Baca juga:Respons Era Ekonomi Digital, BPJamsostek Gunakan Aplikasi LinkAja
Bupati Morowali Utara , Delis Julkarson Hehi mengatakan, anak muda di Morowali Utara punya potensi untuk menjawab tingginya permintaan pasar tenaga kerja seperti di Jepang, China, dan negara tujuan lainnya. Delis mengharapkan nantinya ada program pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja secara terintegrasi.
"Setelah mereka diberikan bekal lewat pelatihan, kita harapkan mereka segara diserap di pasar tenaga kerja luar negeri," tandas mantan Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.
Dalam rangka peningkatan kapasitas calon pekerja migran yang sebagian anak muda, akan dilakukan pelatihan secara daring. Para calom pekerja migran rencananya akan disalurkan ke sejumlah perusahaan sebagai upaya menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga:Ribuan Pekerja Migran Asal Sulsel ke Luar Negeri Secara Ilegal
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 menunjukkan, jumlah angkatan kerja usia 15 tahun ke atas di Morowali Utara sebanyak 58.798 jiwa. Pengangguran terbuka total 1.895 jiwa. Adapun tingkat pengangguran 3,12%. Artinya dalam 100 penduduk usia kerja terdapat 3 yang menganggur.
Pada MoU tersebut juga disepakati bahwa BP2MI akan memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga pendukung penempatan yang ada di Kabupaten Morowali Utara.
Selain itu, BP2MI bertugas melakukan pelindungan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan penempatan pekerja migran Indonesia di Morowali Utara melalui lembaga pendukung penempatan pekerja migran yang disepakati, serta menyediakan data dan informasi mengenai peluang kerja bagi pekerja migran di Morowali Utara.
Baca juga:Peran Penting Atase Ketenagakerjaan Jaga Hubungan Bilateral dengan Negara Penempatan
Bagi Pemkab Morowali Utara , selain menyediakan anggaran dan pelatihan, juga menyediakan sarana dan prasarana bagi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, memberikan pelindungan kepada pekerja migran bersama BP2MI, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat Morowali Utara terkait peluang kerja ke luar negeri.
Selain itu juga mengoordinasikan setiap perkembangan dan kendala dalam proses penyiapan calon pekerja migran dan melakukan pemantauan, evaluasi, dan membuat laporan dari setiap proses kegiatan penyiapan calon pekerja migran.
Sejumlah persiapan kini dilakukan. Salah satu langkah Pemkab Morowali Utara yakni menjalin kerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kedua pihak melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) di Kantor BP2MI di Jakarta, Jumat (18/6/2021). MoU tersebut ditandatangani Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi.
Baca juga:Pemko Palu bersama Kepala BP2MI Tanda tangani MoU Perlindungan Pekerja Migran
Beberapa poin pada MoU tersebut yakni Pemkab Morowali Utara akan menyiapkan anggaran untuk pendidikan dan pelatihan bagi paran calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Sedangkan pihak BP2MI akan menyosialisasikan peluang kerja di negara-negara tujuan penempatan pekerja migran.
"Kami menyambut baik kedatangan Bupati Morowali Utara untuk penandatanganan MoU ini. Artinya, hari ini tepat 11 Kabupaten yang telah bersepakat dengan BP2MI untuk bekerja sama melindungi para pahlawan devisa negara kita," ujar Benny.
Upaya Pemkab Morowali Utara memfasilitasi persiapan pekerja migran bertujuan merespons permintaan di pasar tenaga kerja khususnya Jepang. Saat ini Jepang tengah membutuhkan pekerja seperti perawat.
Baca juga:Respons Era Ekonomi Digital, BPJamsostek Gunakan Aplikasi LinkAja
Bupati Morowali Utara , Delis Julkarson Hehi mengatakan, anak muda di Morowali Utara punya potensi untuk menjawab tingginya permintaan pasar tenaga kerja seperti di Jepang, China, dan negara tujuan lainnya. Delis mengharapkan nantinya ada program pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja secara terintegrasi.
"Setelah mereka diberikan bekal lewat pelatihan, kita harapkan mereka segara diserap di pasar tenaga kerja luar negeri," tandas mantan Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.
Dalam rangka peningkatan kapasitas calon pekerja migran yang sebagian anak muda, akan dilakukan pelatihan secara daring. Para calom pekerja migran rencananya akan disalurkan ke sejumlah perusahaan sebagai upaya menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga:Ribuan Pekerja Migran Asal Sulsel ke Luar Negeri Secara Ilegal
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 menunjukkan, jumlah angkatan kerja usia 15 tahun ke atas di Morowali Utara sebanyak 58.798 jiwa. Pengangguran terbuka total 1.895 jiwa. Adapun tingkat pengangguran 3,12%. Artinya dalam 100 penduduk usia kerja terdapat 3 yang menganggur.
Pada MoU tersebut juga disepakati bahwa BP2MI akan memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga pendukung penempatan yang ada di Kabupaten Morowali Utara.
Selain itu, BP2MI bertugas melakukan pelindungan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan penempatan pekerja migran Indonesia di Morowali Utara melalui lembaga pendukung penempatan pekerja migran yang disepakati, serta menyediakan data dan informasi mengenai peluang kerja bagi pekerja migran di Morowali Utara.
Baca juga:Peran Penting Atase Ketenagakerjaan Jaga Hubungan Bilateral dengan Negara Penempatan
Bagi Pemkab Morowali Utara , selain menyediakan anggaran dan pelatihan, juga menyediakan sarana dan prasarana bagi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, memberikan pelindungan kepada pekerja migran bersama BP2MI, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat Morowali Utara terkait peluang kerja ke luar negeri.
Selain itu juga mengoordinasikan setiap perkembangan dan kendala dalam proses penyiapan calon pekerja migran dan melakukan pemantauan, evaluasi, dan membuat laporan dari setiap proses kegiatan penyiapan calon pekerja migran.
(luq)
Lihat Juga :