Banyak Warga Belum Percaya Ganasnya Covid, Idris Gandeng 1.000 Tokoh Agama

Kamis, 17 Juni 2021 - 20:01 WIB
loading...
Banyak Warga Belum Percaya...
Wali Kota Depok Mohammad Idris. Foto: Dok SINDOnews
A A A
DEPOK - Depok menjadi salah satu daerah penyumbang terbanyak Covid-19 di Jawa Barat. Penyebab tingginya kasus positif Covid di Depok adalah pemahaman masyarakat yang rendah bahkan ketika dijelaskan secara ilmiah. Depok pun memilih menggandeng tokoh agama untuk menjelaskan bahaya Covid-19 pada masyarakat.

Wali Kota Depok Mohammad Idris menuturkan masyarakat di permukiman masih belum percaya akan adanya Covid-19. Bahkan, ketika dijelaskan secara ilmiah banyak warga masih belum percaya.
Baca juga: Pasien Covid-19 Melonjak, Pemkot Depok Kerja Keras Cari Bed Tambahan untuk Rumah Sakit

"Jadi kan tindakan perilaku kita sangat dipengaruhi oleh pemahaman. Pemahaman sebagian masyarakat terhadap Covid kurang karena Covid tidak kelihatan. Karena mereka tidak merasakan," ujar Idris, Kamis (17/6/2021).

Untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap Covid-19, pihaknya menggandeng tokoh agama di wilayah Depok. Dia menyebut pada tahun ini ada 1.000 tokoh agama bertambah dari tahun sebelumnya yang hanya 240 orang.
Baca juga: Ruang ICU Covid-19 di RSUD Depok Hanya Tersisa 1 Bed

Tokoh agama tersebut diambil dari seluruh agama yang memiliki peran sebagai penceramah mendapatkan insentif. "Karena yang seperti ini sangat gandrung pada tokoh-tokoh agamanya. Sebab, seilmiah apapun kita berikan pemahaman pada mereka itu kayaknya kurang bisa dicerna juga oleh mereka tentang masalah virus," ungkap Idris.

Tokoh agama tersebut diminta menjelaskan mengenai pentingnya mengikuti protokol kesehatan. "Misalnya ustaz yang bertugas sebagai penceramah kita minta ceramahnya dimasukin sosialisasi protokol kesehatan. Dalam khutbah pendeta kita juga minta pendeta sisipkan hal tersebut," katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Mayoritas Warga Israel...
Mayoritas Warga Israel Tak Percaya Cara Netanyahu di Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved