TOSS Jadi Solusi Mikro Pengelolaan Sampah di Tingkat Desa
Kamis, 17 Juni 2021 - 16:40 WIB
loading...
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Persampahan Provinsi Bali di Hilton Bali Resort— Nusa Dua, Kuta Selatan, Bali Rabu (16/6/2021).
A
A
A
SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Persampahan Provinsi Bali di Hilton Bali Resort— Nusa Dua, Kuta Selatan, Bali Rabu (16/6/2021). Acara tersebut juga disiarkan hybrid secara virtual melalui Video Conference (zoom meeting).
Hadir secara langsung Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas RI, Prof Medrilzam, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Made Teja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung I Ketut Suadnyana.
Ada sejumlah tujuan FGD Pengelolaan Persampahan di Provinsi Bali digelar. Di antaranya untuk penguatan kebijakan pengelolaan persampahan sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020 2024), khususnya Prioritas Nasional. Dalam hal ini dengan membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim, serta merespons krisis pandemi Covid-19 yang berdampak sistemik pada Provinsi Bali. Oleh karena itu diperlukan penyusunan strategi pengelolaan sampah dalam kerangka transformasi ekonomi hijau Provinsi Bali.
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas RI Medrilzam mengatakan TOSS sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia dengan jumlah desa mencapai 83.820 (BPS, 2019). Dengan besarnya timbulan sampah di Indonesia, TOSS dapat menjadi solusi mikro di tingkat desa dengan partisipasi masyarakat setempat.
"Kami harapkan TOSS dapat berkontribusi signifikan dalam capaian program prioritas pembangunan rendah karbon serta peningkatan kualitas lingkungan hidup yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, khususnya Prioritas Nasional (PN) 6 Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim," kata Medrilzam.
Hadir secara langsung Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas RI, Prof Medrilzam, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Made Teja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung I Ketut Suadnyana.
Ada sejumlah tujuan FGD Pengelolaan Persampahan di Provinsi Bali digelar. Di antaranya untuk penguatan kebijakan pengelolaan persampahan sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020 2024), khususnya Prioritas Nasional. Dalam hal ini dengan membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim, serta merespons krisis pandemi Covid-19 yang berdampak sistemik pada Provinsi Bali. Oleh karena itu diperlukan penyusunan strategi pengelolaan sampah dalam kerangka transformasi ekonomi hijau Provinsi Bali.
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas RI Medrilzam mengatakan TOSS sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia dengan jumlah desa mencapai 83.820 (BPS, 2019). Dengan besarnya timbulan sampah di Indonesia, TOSS dapat menjadi solusi mikro di tingkat desa dengan partisipasi masyarakat setempat.
"Kami harapkan TOSS dapat berkontribusi signifikan dalam capaian program prioritas pembangunan rendah karbon serta peningkatan kualitas lingkungan hidup yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, khususnya Prioritas Nasional (PN) 6 Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim," kata Medrilzam.
Lihat Juga :