Ini Alasan Ridwan Kamil Larang Wisatawan Luar Daerah ke Bandung Raya

Rabu, 16 Juni 2021 - 17:28 WIB
loading...
Ini Alasan Ridwan Kamil...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil engungkapkan alasan mengapa meminta wisatawan dari luar daerah tidak berkunjung ke Bandung Raya. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
BANDUNG - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengungkapkan alasan mengapa dirinya meminta wisatawan dari luar daerah tidak berkunjung ke Bandung Raya untuk sementara waktu.

Baca juga: Catat Kenaikan Ekspor 23 Persen, Ridwan Kamil: Mesin Ekonomi Kembali Berfungsi

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan, pihaknya hanya ingin melindungi warga Bandung Raya dan Provinsi Jabar, termasuk warga dari luar Jabar.

Baca juga: Kepergok Rawat Pasien COVID-19 Tanpa Izin, Klinik di Karawang Disegel

Pasalnya, kata Kang Emil, kawasan Bandung Raya kini telah dikepung zona merah COVID-19, yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang notabene berbatasan langsung atau masih dalam satu wilayah aglomerasi.

"Ini kan bukan hal baru, keselamatan jiwa masyarakat adalah nomor satu. Jadi kalau situasinya sudah darurat, maka tindakan menyelamatkan nyawa itu akan jadi pilihan," tegas Kang Emil di rumah dinasnya, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021).

Saat ini, lanjut Kang Emil, tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Bandung Raya sudah di atas angka 80% dan melampaui standar WHO dan nasional.

"Tingkat keterisian rumah sakit juga sudah di atas 80 persen di Bandung Raya, makanya saya deklarasikan siaga satu dan mengiimbau wisatawan supaya tidak datang dulu," katanya.

Kang Emil juga mengatakan, Pemda Provinsi Jabar bersama Forkopimda telah bergerak bersama untuk mencegah penularan COVID-19 semakin menjadi. Bahkan, jajaran kepolisian dari Polda Jabar siap melakukan pencegatan di pintu-pintu perbatasan, agar Bandung Raya tidak jebol.

"Polda sudah siap weekend (akhir pekan) ini tidak jebol oleh mereka-mereka yang tidak disiplin. Kalau tidak disiplin, nanti rumah sakitnya penuh, kolaps. Nanti biasa yang disalahkan pemerintah lagi dan sebagainya," tutur Kang Emil.

Apalagi, lanjutnya, varian baru COVID-19 dilaporkan sudah masuk ke beberapa daerah, seperti kasus varian baru COVID-19 di wilayah Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

"Ini memang tidak nyaman. Ilmu kita tentang COVID-19 juga tidak paripurna tiap saat ada varian baru. Di Jawa Tengah sedang mengganas, Jakarta juga sudah hadir (varian baru)," sebutnya.

Menurutnya, penerapan zonasi COVID-19 sangat penting, agar ekonomi tetap bisa bergerak. Bagi daerah berstatus zona merah, maka aktivitas masyarakat dibatasi, sedangkan zona oranye dan kuning tetap diizinkan membuka aktivitas ekonomi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Itulah pentingnya ada zonasi merah, oranye, kuning. Merah kita tahan, ekonomi (di zona) kuning ya dipersilakan. Semua (pelarangan dan pembatasan) ini terjadi hanya di zona merah. Jawa barat tidak semua zona merah, hanya Bandung Raya yang sedang dikepung zona merah," tandasnya.

Sebelumnya, Ridwan Kamil yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar akhirnya memutuskan menarik rem darurat seiring memburuknya penanganan COVID-19 di kawasan Bandung Raya.

Keputusan tersebut diambil menyusul lonjakan kasus COVID-19 di kawasan yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang itu. Bahkan, dua wilayah di antaranya, yakni Kabupaten Bandung dan KBB kini berstatus zona merah COVID-19.

Pihaknya mengintruksikan pemberlakuan kembali kebijakan work from home (WFH) dengan porsi kehadiran fisik hanya 25 persen sesuai intruksi menteri dalam negeri (mendagri). Selain itu, Kang Emil juga menutup akses wisatawan di Bandung Raya selama tujuh hari ke depan, terutama di wilayah Kabupaten Bandung dan KBB yang memang kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta.

"Saya imbau wisatawan yang biasanya mayoritas dari DKI Jakarta kami minta untuk tidak datang selama tujuh hari ke depan ke wilayah Bandung raya. Sehingga, kondisi siaga satu ini dipahami secara jelas bahwa kami sedang mengerem darurat untuk mengendalikan situasi yang memang terbukti oleh libur panjang mudik yang menghasilkan lonjakan luar biasa," tegasnya seusai Rapat Koordinasi Satgas Penanganan COVID-19 Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (15/6/2021).
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
KPK Belum Panggil Ridwan...
KPK Belum Panggil Ridwan Kamil di Kasus BJB, Setyo Budiyanto: Sedang Dikaji
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
Mikrobus Wisatawan Masuk...
Mikrobus Wisatawan Masuk Tebing di Jalur Bayah–Sawarna, Belasan Penumpang Luka
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Infografis
Ini Alasan Ilmuwan Larang...
Ini Alasan Ilmuwan Larang Rebus Kepiting dalam Keadaan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved