Satgas Nemangkawi Sita Buku Catatan Teroris KKB, Ada Aliran Dana Pemkab Puncak Rp600 Juta

Selasa, 15 Juni 2021 - 23:45 WIB
loading...
Satgas Nemangkawi Sita...
Selain menangkap Ratius Murib alias Nelson Murib, penjual senjata api untuk teroris KKB, Satgas Nemangkawi juga menemukan buku berisi aliran dana. Foto/Ilustrasi
A A A
JAYAPURA - Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakum) Operasi Nemangkawi , berhasil menyita sejumlah barang bukti dari hasil penangkapan terhadap Ratius Murib alias Neson Murib, yang merupakan penjual senjata ke teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Baca juga: Neson Murib Penjual Senjata dan Amunisi ke KKB Intan Jaya Ditangkap Satgas Nemangkawi

Salah satu barang bukti yang berhasil disita adalah buku catatan aliran dana . Dalam buku catatan tersebut, ada data yang mencengangkan. Yakni, tercatat adanya aliran dana dari Pemkab Puncak, sebesar Rp600 juta.



Aliran dana itu berupa uang tunai dari Pemkab Puncak, untuk teroris KKB pimpinan Lekagak Telenggen, pada 6 Februari 2021. Selain itu, ada buku catatan pengeluaran dan pemasukan dana bantuan dari simpatisan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang akrab disebut teroris KKB .

Baca juga: Terlanjur Dihajar hingga Babak Belur Saat Ditangkap, Warga Pekanbaru Ini Ternyata Bukan Teroris

Satgas Penegakan Hukum Operasi Nemangkawi , juga menyita beberapa barang bukti milik Neson Murib, berupa buku catatan penolakan otonomi khusus, dan aksi penembakan di Kabupaten Puncak. Namun, Satgas Penegakan Hukum Operasi Nemangkawi belum bisa memastikan terkait kebenaran bukti transaksi aliran dana dari Pemkab Puncak yang ditemukan tersebut.

"Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman penyidikan terkait bukti transaksi yang ditemukan, termasuk benar atau tidaknya aliran dana ke Lekagak Telenggen," kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi , Kombes Pol Iqbal Al Qudussy, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Ibu Guru Seksi Edarkan Sabu, Diringkus Polisi Saat Masih Kenakan Daster Hendak Pesta Terlarang

Sebelumnya terduga penjual senjata api untuk teroris KKB , Ratius Murib alias Neson Murib, ditangkap petugas bersama sejumlah barang bukti. Pelaku ternyata sedang membawa uang senilai Rp370 juta di dalam tasnya.

Iqbal mengatakan, Neson Murib ini diduga bagian dari jaringan penjualan senjata dan amunisi untuk KKB di Kabupaten Puncak Jaya . "Saat ditangkap, dia kedapatan membawa uang Rp370 juta, diduga untuk membeli senjata api," katanya, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Pengantin Itu Tergilas Mesin Penggilingan, dan Petani Tebu Mulai Berharap Manisnya Gula

Menurut Iqbal, diduga dana tersebut untuk membeli senjata api dari seseorang. Neson Murib ditangkap saat sedang transit di Bandara Mulia Puncak Jaya, oleh anggota KP3 bandara. Ketika itu pelaku sedang menuju Kabupaten Mimika.

Nelson Murib diketahui sudah melakukan sejumlah transaksi, terkait dengan penjualan dan pembelian senjata api beserta amunisinya. "Total yang dikirim dan diterima Rp1.393.100.000," ujarnya. Baca juga: Warga Desa di Jepara Ini Bertumbangan Akibat COVID-19, Pemicunya Banyak Perusahaan Langgar Prokes

Saat ini tim masih meminta keterangan Neson Murib, terkait dugaan penjualan senjata api dan amunisi untuk KKB Puncak Jaya . Bupati Puncak, Willem Wandik yang berusaha dikonfirmasi terkait temuan mengejutkan terkait buku catatan aliran dana dari Pemkab Puncak itu, belum dapat dikonfirmasi. Telepon seluler bupati dalam kondisi tidak aktif.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Jokowi Pakai Baju dan...
Jokowi Pakai Baju dan Topi Logo PSI Mulai Blusukan ke Lampung
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Berita Terkini
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Gubernur Mathius Dukung...
Gubernur Mathius Dukung Roadmap Pengelolaan Kehutanan Berkelanjutan di Papua
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Pramono Tegaskan Tak...
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil Genap
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved