Terjadi Lonjakan, Kasus COVID-19 di Kota Depok Capai 350 Orang Per Hari
Senin, 14 Juni 2021 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi jumlah kasus kemarin memang 350 dan mungkin ada beberapa hari yang lalu yang baru diinput. Dasarnya tidak hanya swab PCR, tapi rapid test antigen juga. Sekarng data kita baik PCR maupun rapid test antigen reaktif dinyatakan positif COVID-19. Sebelumnya hanya PCR saja,” tegasnya.
Penghitungan itu kata Dadang berdasarkan pemetaan dari Kementerian Kesehatan bahwa Kota Depok masuk dalam kategori B. Saat ini untuk mempercepat testing di daerah, yang rapid test antigen positif maka dikategorikan positif COVID-19.
“Terutama bagi mereka yang kontak erat. Misalkan satu rumah positif, maka keluarganya itu ditracing dan dilakukan langkah pertama rapid test antigen. Jika reaktif dinyatakan positif, jika negatif nonreaktif maka dilanjutkan PCR,” ungkapnya. (Baca juga; Vaksinasi Covid-19 Digelar 3 Hari, Pemkot Tangerang Targetkan 15 Ribu per Hari )
Kendati demikian Dadang tidak menyebut spesifik apakah penambahan kasus itu akibat libur lebaran atau bukan. Diakui dia bahwa saat ini warga menganggap aktivitas sudah seperti normal kembali. Dilihat dari mobilitas warga yang sangat tinggi belakangan ini.
“Ada indikasi pergerakan orang saat itu kan sangat tinggi. Warga juga disinyalir saat ini sudah seperti normal. Coba lihat kepadatan lalu lintas, di pusat-pusat keramaian sudah seperti biasa. Padahal kita memang ada pengaturan. Jadi klaster keluarga yang paling dominan,” pungkasnya.
Penghitungan itu kata Dadang berdasarkan pemetaan dari Kementerian Kesehatan bahwa Kota Depok masuk dalam kategori B. Saat ini untuk mempercepat testing di daerah, yang rapid test antigen positif maka dikategorikan positif COVID-19.
“Terutama bagi mereka yang kontak erat. Misalkan satu rumah positif, maka keluarganya itu ditracing dan dilakukan langkah pertama rapid test antigen. Jika reaktif dinyatakan positif, jika negatif nonreaktif maka dilanjutkan PCR,” ungkapnya. (Baca juga; Vaksinasi Covid-19 Digelar 3 Hari, Pemkot Tangerang Targetkan 15 Ribu per Hari )
Kendati demikian Dadang tidak menyebut spesifik apakah penambahan kasus itu akibat libur lebaran atau bukan. Diakui dia bahwa saat ini warga menganggap aktivitas sudah seperti normal kembali. Dilihat dari mobilitas warga yang sangat tinggi belakangan ini.
“Ada indikasi pergerakan orang saat itu kan sangat tinggi. Warga juga disinyalir saat ini sudah seperti normal. Coba lihat kepadatan lalu lintas, di pusat-pusat keramaian sudah seperti biasa. Padahal kita memang ada pengaturan. Jadi klaster keluarga yang paling dominan,” pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :