Ratusan Generasi Qur'ani Ikuti Munaqosah Tartil Alquran Tingkat PIQ

Senin, 14 Juni 2021 - 05:58 WIB
loading...
Ratusan Generasi Qurani...
Suasana Munaqosah Tartil Alquran Tingkat Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ), di Sekolah Khadijah Wonokromo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/6/2021). Foto/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Ratusan Generasi Qur'ani Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YPTSNU) Khadijah Surabaya mengikuti uji kompetensi atau Munaqosah Tartil Alquran Tingkat Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ) di Sekolah Khadijah Wonokromo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/6/2021).

Uji kompetensi yang diikuti sebanyak 175 siswa dari tingkat SD, SMP, SMA Khadijah dan Panti Asuhan Khadijah tersebut untuk merawat tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah, serta meyiapkan generasi Qur'ani demi menyongsong masa depan yang lebih baik, berkarakter, dan berahlakul karimah. Baca juga: Kandidat Sekda Kota Blitar yang Pernah Diperiksa KPK Tidak Lolos Tes

Seleksi penilaian setiap tahun di Yayasan Khadijah yang bekerja sama dengan Pesantren Ilmu Alquran Singosari Malang dan dilaksanakan secara tatap muka ini menerapkan protokol kesehatan ketat. Ujian dilaksanakan bergelombang agar tidak terjadi penumpukan.

Sebagian diuji di Sekolah Khadijah Wonokromo dan sebagian diuji di Khadijah Darmo Permai Surabaya. Selama mengkuti ujian, siswa wajib mengenakan face shield dan Munaqis atau penguji memakai masker saat menilai.

Direktur Pusat Bil Qolam PIQ Malang, K.H.M. Anas Basori, mengatakan Munaqosah Tartil Alquran adalah proses penilaian pencapaian pembelajaran Alquran secara tartil di Yayasan Khadijah Surabaya. Munaqosah Tartil Alquran ini untuk memastikan jika peserta didik sudah menguasai dengan benar bagaimana cara membaca setiap huruf kitab suci Al-Quran.

"Kontek penilaiannya sebagaimana penilaiannya yang sudah ditetapkan. Yakni uji kompetensi (munaqosah) Al-Quran itu meliputi tartil (ritme atau panjang-pendek bacaan) dan tajwid (cara membaca yang benar sesuai huruf/kata)," katanya. Baca juga: Klaster Pesantren di Kota Bogor Bertambah, Total 65 Santri Positif COVID-19

Ia mengakui, hasil pembelajaran Al-Quran selama pandemi COVID-19 memang kurang maksimal jika dibandingkan sebelum pandemi melanda. Karena pada masa pandemi ini, siswa melaksanakan pembelajaran lewat virtual."Meski ada kekurangan jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, tapi Alhamdulillah anak-anak bisa melaksanakan Tahsinul Quran dengan baik dengan standar yang baik dan benar," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua I Yayasan Khadijah, H. Abdullah Sani, menjelaskan Uji Kompetensi atau Munaqosah Tartil Alquran Tingkat Pesantren Ilmu Al-Quran (PIQ) ini merupakan tingkat ujian akhir sebelum siswa dinyatakan lulus. Sebelum menjalani ujian, semua peserta sudah melewati tahapan pendidikan dan ujian dari tingkat unit dan yayasan.

"Munaqosah bertahap. Mulai tingkat unit atau sekolah yang diuji oleh guru antar sekolah, Yayasan diuji oleh tim TPPQ dan Munaqosah tingkat PIQ dikontrol dari pihak luar. Jadi yang sekarang mengikuti Munaqosah sudah mengikuti Munaqosah jenjang Unit dan Yayasan," kata dia.

Secara kuantitatif, lanjutnya, peserta di masa pandemi ini memang ada penuruan dibandingkan sebelum ada pandemi. Sebelum pandemi yang ikut Munaqosah tingkat PIQ hampir 250, sedangkan saat ini tinggal 170. "Ini kita maklumi karena memang pembelajaran daring tingkat efektifnya masih kurang," ucapnya.

Diketahui, untuk mencetak siswa yang berpikir dan berakhlak Al-Quran, YPTSNU Khadijah Surabaya memakai standar PIQ yakni 'Bil Qolam' yang merupakan metode meneladani Rasulullah. Yakni guru membaca ayat, lalu muridnya menirukan dan guru melakukan 'tashih' (pembetulan). Sebagaimana Malaikat Jibril menuntun Rasulullah SAW.

Selain Munaqosah tingkat bacaan, ada Munaqosah lain yaitu Munaqosah Tahfid sesuai jenjang pendidikan. Saat ini, sudah ada 114 siswa dinyatakan lulus Munaqosah tahfid, 10 diantaranya adalah siswa tingkat TK. Khusus siswa TK wajib hafal Juzz 30. Sedangkan tingkat SD, SMP dan SMA hafalannya variatif.

"Siswa boleh memilih ketika masuk di Khadijah. Bisa mendahuluhan yang mana. Bisa memilih baca, atau paralel tahfid sekaligus tartil," kata Abdullah Sani. Ia berharap, pandemi COVID-19 tidak menghalangi cita-cita luhur YPTSNU dalam mencetak calon pemimpin bangsa yang berbudi luhur.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
Pemkot Tangerang Luncurkan...
Pemkot Tangerang Luncurkan Inovasi Pendidikan, Sachrudin: Teknologi dan Prestasi Harus Tumbuh Bersama
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Rekomendasi
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved