Kisah Preman Kejam Tanjung Priok yang Bertobat setelah Didatangi Habib Munzir dan Cium Tangan
Minggu, 13 Juni 2021 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Memasuki bulan ke-4 Gus Miek sudah tidak menemui ketiga preman tersebut. Tentu saja mereka kalang kabut, karena sudah terbiasa shalat berjamaah bersama Gus Miek. Mulai ada kerinduan dari ketiga preman itu akan sosok pria misterius yang selama ini selalu mengajak mereka kepada kebaikan dan mengajarkan mereka tentang masalah agama.
Rupanya tingkah mereka menarik perhatian Ustadz Suhaimi yang ketika itu baru pulang dari acara Maulid Nabi di masjid luar batang. Lalu sang ustaz menghampiri mereka diteres masjid dan menanyakan banyak hak. Kemudian ketiga preman itu bercerita tentang perjumpaan mereka dengan seorang pria misterius yang membuat mereka akhirnya mulai mendalami masalah agama.
Betapa kagetnya Ustadz Suhaimi ketika mendengar nama Gus Miek disebut oleh mereka. Lantas sang ustadz yang saat itu membawa buku saku tentang dzikrul ghofilin memperlihatkan foto seorang ulama kepada ketiga preman itu, " apakah pria misterius itu seperti orang ini?"
Dengan nada heran, preman itu menjawab "iya benar. Apakah ustadz kenal dengan dia?" Ustaz Suhaimi menjawab, "Bukan kenal lagi, ini guru saya, Beliau seorang ulama besar yang merupakan seorang waliyullah, dan beliau sudah wafat 3 tahun yang lalu."
Seperti tersambar petir, terkejut bukan kepalang ketiga preman ini mendengar penjelasan Ustadz Suhaimi. Selama ini mereka mendapat pencerahan dari ulama besar, waliyullaah masyhur, yang sudah lama wafat.
Mereka pun menangis sambil mencium tangan Ustadz Suhaimi dan menyatakan keinginan mereka untuk bertobat dan meminta beliau mau mengajari mereka tentang agama. Akhirnya sang ustadz pun menyanggupinya dengan berurai air mata.
Rupanya tingkah mereka menarik perhatian Ustadz Suhaimi yang ketika itu baru pulang dari acara Maulid Nabi di masjid luar batang. Lalu sang ustaz menghampiri mereka diteres masjid dan menanyakan banyak hak. Kemudian ketiga preman itu bercerita tentang perjumpaan mereka dengan seorang pria misterius yang membuat mereka akhirnya mulai mendalami masalah agama.
Betapa kagetnya Ustadz Suhaimi ketika mendengar nama Gus Miek disebut oleh mereka. Lantas sang ustadz yang saat itu membawa buku saku tentang dzikrul ghofilin memperlihatkan foto seorang ulama kepada ketiga preman itu, " apakah pria misterius itu seperti orang ini?"
Dengan nada heran, preman itu menjawab "iya benar. Apakah ustadz kenal dengan dia?" Ustaz Suhaimi menjawab, "Bukan kenal lagi, ini guru saya, Beliau seorang ulama besar yang merupakan seorang waliyullah, dan beliau sudah wafat 3 tahun yang lalu."
Seperti tersambar petir, terkejut bukan kepalang ketiga preman ini mendengar penjelasan Ustadz Suhaimi. Selama ini mereka mendapat pencerahan dari ulama besar, waliyullaah masyhur, yang sudah lama wafat.
Mereka pun menangis sambil mencium tangan Ustadz Suhaimi dan menyatakan keinginan mereka untuk bertobat dan meminta beliau mau mengajari mereka tentang agama. Akhirnya sang ustadz pun menyanggupinya dengan berurai air mata.
(thm)
Lihat Juga :