Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pemkab Sumedang bersama Pemprov DKI Jakarta Jalin Kerja Sama Produk Pangan

loading...
Pemkab Sumedang bersama Pemprov DKI Jakarta Jalin Kerja Sama Produk Pangan
Pemkab Sumedang bersama Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama pembangunan antardaerah di sektor ekonomi berupa pemasaran produk kebutuhan pangan.
SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalin kerja sama pembangunan antardaerah di sektor ekonomi berupa pemasaran produk kebutuhan pangan.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir disaksikan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Sistem Resi Gudang (SRG) PT. Kampung Makmur Desa Tolengas Kecamatan Tomo, Jum’at (11/6/2021).

Perjanjian kerja sama ditandatangani pula oleh BUMD dari kedua belah pihak, yakni PT. Food Station Tjipinang dan Perumda Pasar Jaya, DKI Jakarta dengan PT. Kampung Makmur Kabupaten Sumedang.

Kerja sama terbagi dalam dua bentuk, yakni kolaborasi pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta pemasaran produk daerah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan perdagangan produk pangan.



Wujud konkrit hasil perjanjian kerja sama tersebut Kabupaten Sumedang diawali dengan distribusi perdana beras kemasan 50 kilogram sebanyak 30 ton dan berbagai produk UMKM dari Sumedang ke DKI Jakarta di hari yang sama.
Pemkab Sumedang bersama Pemprov DKI Jakarta Jalin Kerja Sama Produk Pangan

Bupati Sumedang bersyukur bisa memulai kerja sama pemasaran dan penyerapan produk Sumedang kepada BUMD yang ada di Jakarta. Ia meyakini dengan terbangunnya kerja sama antara DKI Jakarta dengan Sumedang akan menguntungkan kedua belah pihak.

"Ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Satu sisi hasil panen dan produk UMKM Sumedang pasarnya jelas, off taker-nya ada di Jakarta. Di sisi lain, Pemprov Jakarta bisa memastikan ketersediaan stok pangan di wilayahnya," katanya.

Bupati Dony mengharapkan kerja sama tersebut bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumedang dan bisa terus berlanjut dan dikembangkan lebih luas lagi menyasar sektor-sektor lain.

"Di samping bidang pertanian dan UMKM, ke depan cakupannya bisa lebih luas lagi, bisa berupa produk holtikultura, investasi maupun pariwisata," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Sumedang yang sudah dimulai pada hari itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat di Jakarta.

Jika kebutuhan masyarakat di Jakarta pasokannya aman, kata Anies, maka akan berimbas pada kestabilan harga pasar sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat di Jakarta.



"Itulah tujuan utamanya. Mengapa Pemrov DKI Jakarta menjangkau ke berbagai wilayah, yaitu untuk memastikan agar pasokan di Jakarta aman," ucapnya.

Menurut Anies, selain untuk memastikan pasokan aman, kerja sama tersebut juga merupakan sebuah program untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. "Jasa besar para petani dalam mensuplai kebutuhan pangan dibalas dengan harga gabah yang lebih tinggi sebagai bentuk apresiasi," ujarnya.

Orang kota, kata Anies, berutang budi kepada para petani di daerah. Lewat program ini, orang kota membalas budi kepada para petani dengan memberikan apresiasi menggunakan harga yang lebih tinggi untuk gabah yang mereka hasilkan.

"Kerja sama ini adalah sebuah kolaborasi antardaerah. Oleh karenanya, kita mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemda Sumedang dan Pemprov Jabar yang telah membantu memberikan bingkainya sehingga BUMD DKI Jakarta dan BUMD Kabupaten Sumedang bisa kerja bersama," katanya.

Kerja sama ini bukan semata-mata aktivitas bisnis, karena keduanya adalah alat yang dimiliki oleh pemerintah. "BUMD adalah milik pemerintah, baik di DKI maupun Sumedang. Karena itu badan usahanya sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan," ujarnya. CM
(ars)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top