Ribuan Cacing Tanah Tiba-tiba Muncul, Fenomena Apakah Ini?
Senin, 20 April 2020 - 14:03 WIB
loading...
A
A
A
Fenomena apakah ini? Menurut pakar lingkungan hidup Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono, banyak yang berasumsi jika fenomena itu muncul karena disinfektan yang banyak disemprotkan guna membasmi wabah corona.
Namun asumsi itu dinilai lemah karena ada daerah yang tidak disemprot disinfektan juga muncul ratusan cacing yang muncul ke permukaan secara bersamaan. Prediksi yang kuat adalah karena faktor kelembaban tanah yang berkurang atau drop karena perubahan cuaca.
Jika kelembaban tanah sekitar 15-30% tidak terpenuhi, maka cacing akan keluar untuk mencari zona nyaman. Karena keluarnya serentak, maka dirinya menyebut hal itu sebagai fenomena alam dan bukan karena pencemaran. Karena fenomena alam dan tidak terjadi biasanya, maka disebut anomali dari fenomena alam.
Asumsi yang paling kuat adalah transisi dari musim penghujan ke kemarau. "Masa transisi 1-2 bulan dinamika perubahan lingkungannya begitu cepat," katanya. Sehingga adaptasi serta merta cacing adalah keluar ke permukaan tanah secara serentak.
Di media sosial yang orang bisa apa saja berpendapat, ada yang mengkaitkan dengan dinamika tektonik atau gempa. Rujukannya adalah di Bantul sepakan sebelum gempa tahun 2006 ada kemunculan cacing. Namun asumsi itu dinilai masih lemah karena masih homogen cacing. Sehingga tidak kuat untuk melakukan justifikasi ke arah itu.
Namun asumsi itu dinilai lemah karena ada daerah yang tidak disemprot disinfektan juga muncul ratusan cacing yang muncul ke permukaan secara bersamaan. Prediksi yang kuat adalah karena faktor kelembaban tanah yang berkurang atau drop karena perubahan cuaca.
Jika kelembaban tanah sekitar 15-30% tidak terpenuhi, maka cacing akan keluar untuk mencari zona nyaman. Karena keluarnya serentak, maka dirinya menyebut hal itu sebagai fenomena alam dan bukan karena pencemaran. Karena fenomena alam dan tidak terjadi biasanya, maka disebut anomali dari fenomena alam.
Asumsi yang paling kuat adalah transisi dari musim penghujan ke kemarau. "Masa transisi 1-2 bulan dinamika perubahan lingkungannya begitu cepat," katanya. Sehingga adaptasi serta merta cacing adalah keluar ke permukaan tanah secara serentak.
Di media sosial yang orang bisa apa saja berpendapat, ada yang mengkaitkan dengan dinamika tektonik atau gempa. Rujukannya adalah di Bantul sepakan sebelum gempa tahun 2006 ada kemunculan cacing. Namun asumsi itu dinilai masih lemah karena masih homogen cacing. Sehingga tidak kuat untuk melakukan justifikasi ke arah itu.
Lihat Juga :