Ribuan Cacing Muncul Serentak, Ini Analisis Pakar Lingkungan UNS

Senin, 20 April 2020 - 13:49 WIB
loading...
Ribuan Cacing Muncul...
Warga di Solo, Klaten, dan Boyolali akhir pekan kemarin sempat dihebohkan dengan munculnya ratusan cacing yang muncul ke permukaan tanah secara bersamaan. FOTO/IST
A A A
SOLO - Warga di Solo, Klaten, dan Boyolali akhir pekan kemarin sempat dihebohkan dengan munculnya ratusan cacing yang muncul ke permukaan tanah secara bersamaan. Berbagai spekalusi pun bermunculan terkait fenomena itu.

Seperti di Pasar Gede Solo, cacing muncul dari taman, dan jika dikumpulkan jumlahnya bisa satu ember. Selain di Pasar Gede, fenomena munculnya ratusan cacing di kawasan persawahan di Kecamatan Jatinom, Klaten. "Saya juga mendapat informasi juga muncul di Boyolali," kata pakar lingkungan hidup Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono, Senin (20/4/2020).

Banyak yang berasumsi jika fenomena itu muncul karena disinfektan yang banyak disemprotkan guna membasmi wabah corona. Namun asumsi itu dinilai lemah karena ada daerah yang tidak disemprot disinfektan juga muncul ratusan cacing yang muncul ke permukaan secara bersamaan. Prediksi yang kuat adalah karena faktor kelembaban tanah yang berkurang atau drop karena perubahan cuaca. (Baca juga: Ribuan Cacing Tanah Tiba-Tiba Muncul, Gegerkan Warga Klaten )

Jika kelembaban tanah sekitar 15-30% tidak terpenuhi, maka cacing akan keluar untuk mencari zona nyaman. Karena keluarnya serentak, maka dirinya menyebut hal itu sebagai fenomena alam dan bukan karena pencemaran. Karena fenomena alam dan tidak terjadi biasanya, maka disebut anomali dari fenomena alam.

Asumsi yang paling kuat adalah transisi dari musim penghujan ke kemarau. "Masa transisi 1-2 bulan dinamika perubahan lingkungannya begitu cepat," katanya. Sehingga adaptasi serta merta cacing adalah keluar ke permukaan tanah secara serentak.

Di media sosial yang orang bisa apa saja berpendapat, ada yang mengkaitkan dengan dinamika tektonik atau gempa. Rujukannya adalah di Bantul sepakan sebelum gempa tahun 2006 ada kemunculan cacing. Namun asumsi itu dinilai masih lemah karena masih homogen cacing. Sehingga tidak kuat untuk melakukan justifikasi ke arah itu.

Beda halnya jika yang keluar tidak lazim, seperti ular, atau hewan lainnya yang memberikan respons secara serentak. Jika pusat gempanya di gunung, hewan hutan pada turun keluar, kalau pusat gempa di lautan berarti ikan yang ada di tengah laut minggir. Jika itu terjadi serentak, bisa dikatakan sebagai indikator agen hayati yang perilakunya memberikan sinyal kepada manusia bahwa di situ ada fenoma alam yang terjadi secara anomali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
Puncak Gerhana Bulan...
Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB, Bisa Diamati secara Langsung!
Pakar ITB: Longsor Cisarua...
Pakar ITB: Longsor Cisarua Bandung Barat Akibat Faktor Alamiah dan Manusia yang Kompleks
Waspadai Ancaman Banjir...
Waspadai Ancaman Banjir Rob 17 November hingga 3 Desember 2025, Ini Daftar Daerah Terdampak!
Salju Gunung Bromo Bikin...
Salju Gunung Bromo Bikin Penasaran, Ini Penampakannya
10 Jurusan Paling Diminati...
10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4, K3 UNS Teratas
Mahasiswa UNS Antre...
Mahasiswa UNS Antre Coba Simulasi Reporter Televisi di iNews Campus Connect 2026
UNS Apresiasi iNews...
UNS Apresiasi iNews Campus Connect 2026, Mahasiswa Diajak Melek Industri Media
Rekomendasi
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved