Warga Lutim Gantung Diri di Pohon Jati Diduga Karena Terlilit Utang
Selasa, 08 Juni 2021 - 12:30 WIB
loading...
Warga Luwu Timur ditemukan gantung diri di pohon jati. Korban diduga nekat melakukan aksi itu karena sulit cari pekerjaan dan terlilit utang. Foto: Ilustrasi
A
A
A
LUWU TIMUR - Insiden gantung diri di pohon jati yang mengegerkan warga Dusun Siberjo, Desa Lestari, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, pada Selasa (8/6/2021) sekitar pukul 06.00 Wita terus diselidiki aparat kepolisian.
Bahkan warga yang bernama Sarji (46), itu nekat mengakhiri hidupnya lantaran diduga sulit mendapat pekerjaan dan keluarganya terlilit utang.
Hal ini berdasarkan keterangan keluarga terdekat korban yakni anaknya bernama Siska dan ibu korban yakni Samini.
Baca Juga: Seorang Warga Luwu Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Jati
"Orang tuanya terkadang mengeluh akibat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya," ujar Kapolsek Mangkutana AKP Jamal dari keterangan Siska ke petugas kepolisian.
Dari keterangan saksi tersebut, Jamal menjelaskan, selama ini korban tidak pernah mempunyai masalah pribadi dengan orang maupun pihak lain bahkanpendiam dan jarang menceritakan setiap masalah yang dihadapi.
Sementara Samini ibu korban mengatakan, bahwa Pada Hari Senin sekitar pukul 16.30 wita korban datang di rumah dan meminta makanan.
Bahkan warga yang bernama Sarji (46), itu nekat mengakhiri hidupnya lantaran diduga sulit mendapat pekerjaan dan keluarganya terlilit utang.
Hal ini berdasarkan keterangan keluarga terdekat korban yakni anaknya bernama Siska dan ibu korban yakni Samini.
Baca Juga: Seorang Warga Luwu Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Jati
"Orang tuanya terkadang mengeluh akibat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarganya," ujar Kapolsek Mangkutana AKP Jamal dari keterangan Siska ke petugas kepolisian.
Dari keterangan saksi tersebut, Jamal menjelaskan, selama ini korban tidak pernah mempunyai masalah pribadi dengan orang maupun pihak lain bahkanpendiam dan jarang menceritakan setiap masalah yang dihadapi.
Sementara Samini ibu korban mengatakan, bahwa Pada Hari Senin sekitar pukul 16.30 wita korban datang di rumah dan meminta makanan.
Lihat Juga :