Cerita Mistis di Balik Hilangnya Pendaki Perempuan di Gunung Abbo
Senin, 07 Juni 2021 - 17:24 WIB
loading...
Tim gabungan saat melakukan persiapan untuk mencari pendaki perempuan yang hilang di Gunung Abbo Maros. Foto: Istimewa
A
A
A
MAROS - Hilangnya salah seorang pendaki perempuan di Gunung Abbo, lingkungan Panaikang Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Maros pada Minggu, (06/06/2021) menyisakan cerita mistis.
Eva, (25), dilaporkan hilang setelah ia meminta izin untuk pamit buang air kecil di sungai. Namun korban tidak kembali setelah pamitan hingga rekannya melapor ke pihak yang berwenang.
Baca Juga: 60 Orang Tim Gabungan Cari Pendaki Perempuan yang Hilang di Gunung Abbo
Kesaksian Susan, rekan Eva yang ikut dalam pendakian tersebut mengatakan, banyak hal mistis yang terjadi berkaitan dengan insiden tersebut. Salah satunya adalah kesurupan yang dialami oleh Ica yang juga ikut dalam ekspedisi pendakian itu.
"Tidak lama setelah hilangnya Eva, Ica kerasukan. Dia mengatakan banyak kesalahan yang kami lakukan dalam bahasa Makassar," jelasnya.
Susan mengatakan saat Ica kusurupan ia berbicara terkait kesalahan besar yang dilakukan oleh rekannya dengan buang air di sungai yang notabene merupakan sumber air yang digunakan hampir 70% warga.
"Selain itu, katanya kami juga lupa diri dan tidak memberi salam saat menginjakkan kaki di sini," sambungnya.
Eva, (25), dilaporkan hilang setelah ia meminta izin untuk pamit buang air kecil di sungai. Namun korban tidak kembali setelah pamitan hingga rekannya melapor ke pihak yang berwenang.
Baca Juga: 60 Orang Tim Gabungan Cari Pendaki Perempuan yang Hilang di Gunung Abbo
Kesaksian Susan, rekan Eva yang ikut dalam pendakian tersebut mengatakan, banyak hal mistis yang terjadi berkaitan dengan insiden tersebut. Salah satunya adalah kesurupan yang dialami oleh Ica yang juga ikut dalam ekspedisi pendakian itu.
"Tidak lama setelah hilangnya Eva, Ica kerasukan. Dia mengatakan banyak kesalahan yang kami lakukan dalam bahasa Makassar," jelasnya.
Susan mengatakan saat Ica kusurupan ia berbicara terkait kesalahan besar yang dilakukan oleh rekannya dengan buang air di sungai yang notabene merupakan sumber air yang digunakan hampir 70% warga.
"Selain itu, katanya kami juga lupa diri dan tidak memberi salam saat menginjakkan kaki di sini," sambungnya.
Lihat Juga :