Generasi Rebahan Booming, Bu Dosen: Ayo Bangkit Berkarya!
Sabtu, 05 Juni 2021 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
“Inge selain sebagai mahasiswa aktif juga merupakan penulis novel remaja yang produktif. Kemudian Tasya itu Ketua BEM FBIB, serta Firlanda yang juga aktif,” terangnya.
“Tiga dara ini membuktikan bahwa mahasiswa FBIB bisa keluar dari image kalian adalah generasi rebahan. Ternyata dengan kondisi yang sulit ini, mereka mampu berbuat dapat peluang. Itu juga bukti bahwa di masa sulit yang tidak mudah untuk orang bergerak, tapi di sisi lain bagi yang selalu positif thinking, selalu ada jalan untuk berbuat baik, melakukan kinerja yang baik,” imbuhnya.
Menurutnya, istilah generasi rebahan muncul karena pelajar dan mahasiswa kali ini banyak tinggal di rumah akibat pandemi COVID-19. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, dengan memanfaatkan teknologi informasi.
“Jadi kita kan enggak pernah tahu, mereka ini ikut pembelajar di rumah seperti apa sikapnya. Bisa jadi sambil makan, sambil tiduran, atau aktivitas lainnya. Dari situlah muncul istilah generasi rebahan,” ujarnya.
Dia menambahkan, meski ketiga mahasiswa tersebut bukan berasal dari jurusan keguruan namun telah telah mendapat bekal mata kuliah kependidikan. Sehingga ketika diterjunkan ke sekolah, para mahasiswa ini langsung siap melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas.
“Khusus di jurusan mereka (Sastra Inggris) terdapat mata kuliah yang menyiapkan mahasiswa menjadi guru Bahasa Inggris, antara lain English for instructional Purpose, English Teaching Methodology, Micro Teaching, Language Testing, TEFL 1 dan 2,” bebernya.
“Tiga dara ini membuktikan bahwa mahasiswa FBIB bisa keluar dari image kalian adalah generasi rebahan. Ternyata dengan kondisi yang sulit ini, mereka mampu berbuat dapat peluang. Itu juga bukti bahwa di masa sulit yang tidak mudah untuk orang bergerak, tapi di sisi lain bagi yang selalu positif thinking, selalu ada jalan untuk berbuat baik, melakukan kinerja yang baik,” imbuhnya.
Menurutnya, istilah generasi rebahan muncul karena pelajar dan mahasiswa kali ini banyak tinggal di rumah akibat pandemi COVID-19. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring, dengan memanfaatkan teknologi informasi.
“Jadi kita kan enggak pernah tahu, mereka ini ikut pembelajar di rumah seperti apa sikapnya. Bisa jadi sambil makan, sambil tiduran, atau aktivitas lainnya. Dari situlah muncul istilah generasi rebahan,” ujarnya.
Dia menambahkan, meski ketiga mahasiswa tersebut bukan berasal dari jurusan keguruan namun telah telah mendapat bekal mata kuliah kependidikan. Sehingga ketika diterjunkan ke sekolah, para mahasiswa ini langsung siap melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas.
“Khusus di jurusan mereka (Sastra Inggris) terdapat mata kuliah yang menyiapkan mahasiswa menjadi guru Bahasa Inggris, antara lain English for instructional Purpose, English Teaching Methodology, Micro Teaching, Language Testing, TEFL 1 dan 2,” bebernya.
Lihat Juga :