Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Ki Wijil, Pengusir Kerajaan Jin dan Mengenalkan Logam untuk Bertani

loading...
Ki Wijil, Pengusir Kerajaan Jin dan Mengenalkan Logam untuk Bertani
Makam Mbah Wijil di Jalan Ketintang Barat II menempati satu area dengan Masjid Muttaqin. Ki Wijil merupakan pelopor pertanian dan pande besi di Surabaya.SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Kota Pahlawan dulu dikenal dengan Ujunggaluh. Sebuah muara yang penuh dengan rawa serta hutan belukar di tepi sungai. Pemukiman pertama selalu mengikuti arah aliran sungai sampai ke pusat Kerajaan Majapahit di Mojokerto.

Hutan-hutan yang ada di Ujunggaluh pernah menjadi saksi bisu bagaimana kekuatan Gajah Mada memukul mundur pasukan Tar-Tar. Penyergapan di sungai dan hutan yang angker menjadikan pasukan Genghis Khan memilih mundur dan mengakui kemenangan Majapahit.

Hutan di Ujunggaluh itu menjadi terkenal. Tak ada orang yang mau untuk tinggal di sana. Hingga satu ketika, datang seorang pria bernama Mbah Wijil. Seorang kyai yang merupakan putra Nyai Ayu dan Kyai Abdulah dari Kampung Sidosermo. Sebuah kawasan yang terkenal dengan pondok pesantren yang kuat. Baca juga: Masih Pandemi COVID-19, Peringatan Hari Jadi Surabaya Digelar dengan Pembatasan

Ki Wijil, demikian ia sering dipanggil, juga diceritakan memiliki keturunan dengan Empu Gandring, seorang pembuat keris legendaris di Indonesia. Ki Wijil ingin membabat habis hutan yang katanya angker di kawasan Ujunggaluh untuk dijadikan permukiman dan persawahan, tempatnya mencari rejeki.



“Cerita Ki Wijil ini dulu sering disampaikan pada semua warga di sini, pengantar untuk tidur dan sejarah masyarakat,” ujat Septo Hadi, salah satu warga Ketintang, Jumat (4/6/2021).

Ki Wijil, Pengusir Kerajaan Jin dan Mengenalkan Logam untuk Bertani


Dalam cerita yang disampaikan itu, setelah hutan rata dengan tanah, makhluk halus penunggu hutan marah besar dan ingin membunuh Ki Wijil. Terjadilah pertarungan hebat yang terjadi antara Ki Wijil dan Jin yang ada di kerajaan mereka di hutan Ujunggaluh. Dengan kesaktian Ki Wijil, makhluk halus itu bisa disingkirkan dan dilarang untuk kembali.

Hutan yang terbuka mulai terbentang. Satu persatu permukiman mulai didirikan. Bahkan, kawasan baru itu membuat mata orang yang melintas dari sepanjang Sungai Kalimas ke Sungai Brantas menjadi terpesona. Termasuk perhatian para pedagang yang kerap melintas di Sungai Brantas. Baca juga: Keseruan Mobil-mobil Klasik Saat Adu Cantik Mengelilingi Kota Pahlawan

Mereka pun berduyung-duyung ingin bermukim di daerah baru tersebut. Dengan pesona yang sudah dibuat oleh Ki Wijil dengan keberaniannya dan hutan yang kini bisa ditanam beraneka ragam komoditi. Area persawahan Ki Wijil juga luas, dengan cara bertani sederhana, Ki Wijil mampu meraup banyak hasil pertanian yang melimpah. Hasil itu dibawah ke Ujunggaluh untuk ditukar dengan barang kebutuhan sehari-hari.

Keberhasilan Ki Wijil ini membuat penduduk di kawasan itu heran. Mereka yang juga bertani di lahan yang sama tidak bisa memperoleh hasil pertanian yang melimpah. Mereka pun penasaran dan bertanya pada Ki Wijil cara untuk memperoleh hasil pertanian yang meluber di lumbung-lumbung.



Ki Wijil pun menyampaikan, dirinya memakai alat bertani dari logam. Para warga heran dan begitu takjub ketika melihat logam itu dipakai untuk bertani. Kemudahan bertani dengan logam, membuat pertanian yang dihasilkan Ki Wijil begitu melimpah. Pekerjaan yang dilakukan lebih mudah dan hasil yang diperoleh lebih banyak.

Warga kemudian saling bergantian meminjam alat dari logam yang dipakai Ki Wijil. Senyum mereka merekah. Hasil panen warga terus meningkat dan Ki Wijil senang dengan kondisi itu yang lebih mengutamakan gotong royong di tingkatan warga.

Semakin hari, Ki Wijil memahami betul kalau warganya butuh peralatan dari logam seperti miliknya. Sehingga hasil pertanian terus melimpah ruah. Seperti panggilan dari alam, Ki Wijil yang memiliki darah Empu Gandring mulai meninggalkan kegiatan di sawah dan menjadi pande besi untuk membantu masyarakat.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top