3 Bulan Terakhir, 206 Balita di Bantaeng Dapat Layanan Gizi

Kamis, 03 Juni 2021 - 14:43 WIB
loading...
3 Bulan Terakhir, 206...
Bupati Bantaeng Ilham Azikin saat memimpin rapat evaluasi triwulan UPTD Pelayanan Gizi Bantaeng. Foto: Istimewa
A A A
BANTAENG - Sebanyak 206 balita di Kabupaten Bantaeng , mendapat layanan gizi dari Dinas Kesehatan dalam kurung tiga bulan terakhir.

Hal itu terungkap saat Bupati Bantaeng, Ilham Azikin memimpin rapat evaluasi triwulan UPTD Pelayanan Gizi Bantaeng. Dalam rapat itu, dibeberkan sejumlah capaian dan kendala dari layanan kesehatan gizi gratis ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng , dr Ihsan membeberkan sejumlah capaian dari UPTD pelayanan Gizi ini. Dia menyebut, dalam tiga bulan terakhir, 206 balita gizi kurang yang berkunjung di UPTD layanan gizi ini. Sesuai prosedur, mereka mendapatkan layanan gizi dan pemeriksaan secara cuma-cuma.

Baca Juga: Bantaeng Perketat Pengamanan di Pos Penyekatan Larangan Mudik

Dari jumlah itu, sebanyaak 39 di antaranya harus melalui kunjungan ulang untuk memantai perkembangan gizi mereka.

Dia menambahkan, dari data itu, terungkap jika ada sejumlah penyakit penyerta dari balita gizi kurang itu. Beberapa di antaranya adalah Protein Energi Mallnutrisi (PEM), infeksi saluraan pernafasan atas (Ispa), Down Syndrome, dan Carebray Palsi (CP).

Tidak hanya menangani balita gizi kurang. UPTD layanan gizi juga memberikan pelayanan kepada ibu hamil Kekurangan energi kronis (KEK). Tercatat ada 180 kunjungan ibu hamil KEK sepanjang tiga bulan terakhir. Sebanyak 14 orang diharuskan untuk melakukan kunjungan ulang untuk menjamin kesehatan mereka.

"Semua ibu hamil yang melakukan kunjungan ulang kita pantau telah mengalami kenaikan berat badan," jelas Ihsan, Kamis, (3/06/2021).

Selain itu, ada pula beberapa pasien fisioterapis yang ditangani di UPTD layanan gizi ini. Total ada 46 pasien yang ditangani. Dari jumlah itu, hanya ada tiga kasus yang harus kunjungan ulang. Setelah melakukan kunjungan ulang, kondisi mereka sudah membaik.

"Kunjungan ulang atas nama pasien inisial AR sekarang sudah mampu berjalan. Ada juga pasien inisal MF yang sudah bisa berjalan tetapi harus berpegangan," jelas dia.

Baca Juga: Bupati Ajak KKB Jadi Bagian Pergerakan Pembangunan Bantaeng

Selain itu, dr Ihsan mengaku menemukan sejumlah masalah sosial yang harus ditangani secara konprehensif. Dia menyebut, ada sebuah kasus di mana seorang balita yang mengalami gizi kurang harus ditangani mulai dari kondisi sosial mereka.

"Ada satu kasus, kita temukan bayi yang gizi kurang karena keluarga mereka miskin. Kondisi sosialnya, keluarganya tidak memiliki KTP sehingga tidak terdeteksi pemerintah. Setelah diintervensi, Disdukcapil telah membuatkan kartu keluarga dan KTP nya," jelas dia.

Dia menyebut, ada sejumlah kendala yang ditemukan setelah beroperasinya UPTD layanan gizi ini. Salah satunya adalah koordinasi lintas sektoral yang masih lamban. Dia berharap, koordinasi ini semakin diperkuat untuk percepatan penanganan.

"Kita juga terkendala pada pemberian Makanan Tambahan (PMT) di puskesmas. Ini lantaran Bantuan Opersional Kesehatan (BOK) sudah tidak memiliki juknis untuk membiayai PMT. Tetapi kita sudah berkoordinasi dengan setiap desa yang ada di Bantaeng," jelas dia.

Baca Juga: Lewat Pameran Seni, Warga di Bantaeng Beri Dukungan ke Nurdin Abdullah

Bupati Bantaeng , Ilham Azikin berharap agar koordinasi lintas sektoral ini perlu diperkuat lagi. Dia menyebut, kekuatan utama dari UPTD layanan gizi ini adalah layanan yang mampu mengintegrasikan penyelesaian persoalan dengan cepat.

"Sudah saatnya kita pertegas secara regulasi tentang siapa melakukan apa untuk mempercepat pelayanan," jelas dia.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Gizi Anak, Pengusaha...
Dukung Gizi Anak, Pengusaha Muda Bagikan Susu ke Disabilitas
Memilukan! Siswi Kelas...
Memilukan! Siswi Kelas 6 SD di Sukabumi Alami Gizi Buruk, Terkulai Lemas Tak Bisa Sekolah
Ajak 350.000 Anak Indonesia,...
Ajak 350.000 Anak Indonesia, Blue Band Gelar Game Edukasi
SMAN 1 Bandung Gencarkan...
SMAN 1 Bandung Gencarkan Edukasi Gizi untuk Siswa
Sempat Menolak Anaknya...
Sempat Menolak Anaknya Dirawat di RS, Kini Balita Penderita Gizi Buruk Asal Pidie Jaya Mulai Ditangani di RSUDZA
Balita di Sidimpuan...
Balita di Sidimpuan Ini Alami Kekurangan Gizi, Ke mana Wali Kota?
Libur Sekolah Tak Boleh...
Libur Sekolah Tak Boleh Hentikan MBG, Gizi Anak Kebutuhan Dasar Negara
Pengasuhan 1.000 Hari...
Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Antara Budaya dan Data
Kepala BGN Sebut Kualitas...
Kepala BGN Sebut Kualitas Gizi Anak-anak Indonesia Meningkat
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved