Melihat Cara Desa Nglinggi di Klaten Membumikan Pancasila
Rabu, 02 Juni 2021 - 02:10 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Kepala Desa Nglinggi, Sugeng Mulyadi, mengatakan desa ini terdiri atas masyarakat yang beragam, baik agama maupun status ekonomi. Keberagaman itu menjadi potensi besar untuk dikembangkan sehingga pada November 2017 dijadikan sebagai Desa Damai Berbudaya.
"Selain banyak potensi juga rawan konflik kalau tidak diwadahi kata damai. Desa tidak akan maju kalau tidak damai, desa maju juga akan hancur kalau tidak damai," katanya.
Melalui pendampingan dari Wahid Foundation, Desa Nglinggi mulai mewujudkan diri sebagai Desa Damai Berbudaya dengan menerapkan sembilan nilai utama Gus Dur. Di antara ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatria, dan kearifan lokal.
"Kami juga punya program mengucapkan selamat ulang tahun kepada setiap warga. Lalu selama pandemi ini kami juga saling membantu bahkan saat ada pencanangan dua hari di rumah saja dari Pak Ganjar kami siapkan bantuan sembako selama dua hari," ujarnya saat berdialog.
"Selain banyak potensi juga rawan konflik kalau tidak diwadahi kata damai. Desa tidak akan maju kalau tidak damai, desa maju juga akan hancur kalau tidak damai," katanya.
Melalui pendampingan dari Wahid Foundation, Desa Nglinggi mulai mewujudkan diri sebagai Desa Damai Berbudaya dengan menerapkan sembilan nilai utama Gus Dur. Di antara ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatria, dan kearifan lokal.
"Kami juga punya program mengucapkan selamat ulang tahun kepada setiap warga. Lalu selama pandemi ini kami juga saling membantu bahkan saat ada pencanangan dua hari di rumah saja dari Pak Ganjar kami siapkan bantuan sembako selama dua hari," ujarnya saat berdialog.
(msd)
Lihat Juga :