Kelurahan Kampung Melayu Terbebas dari Kampung Kumuh Berkat Bedah Kawasan Baznas/Bazis DKI
Kamis, 27 Mei 2021 - 10:22 WIB
loading...
Wilayah di RT 10, 11, dan 13 di RW 04 dan 05 Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah wilayah padat dan sudah terbebas dari kampung kumuh. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dulu, wilayah di RT 10, 11, dan 13 di RW 04 dan 05 Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah wilayah padat dan kumuh. Dihuni oleh warga yang tidak mampu. Kondisi rumah di kawasan itu sudah rapuh dan rusak berat, bahkan tidak layak huni. Kini, kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur telah terbebas dari kampung kumuh.
Warga sudah bisa tinggal di kawasan itu secara layak, setelah dilakukan bedah kawasan oleh Baznas Bazis DKI yang berkolaborasi dengan Pemkot Jaktim dan TNI. Sebanyak 42 rumah warga yang masuk kategori rusak berat dan tidak layak huni di Kampung Melayu, sudah berubah setelah dibangun melalui Program Bedah Kawasan Baznas (Bazis) DKI.
Dijumpai langsung di kantor Kelurahan Kampung Melayu,Selasa, (25/5/2021) Lurah Kampung Melayu, Jakarta Timur, Setiyawan mengakui bahwa dulu kawasan itu menjadi yang pertama terdampak banjir dan paling lama surutnya. (Baca juga; Sidang Vonis Habib Rizieq dan 5 Mantan Petinggi FPI Digelar PN Jakarta Timur Pukul 09.00 WIB )
"Kondisi rumah di kawasan Kampung Melayu (RT 10, 11, dan 13 RW 04 dan 05) memang kumuh, padat dan sering dilanda banjir. Tiap tahun selalu paling pertama terdampak banjir, dan paling lama surutnya. Sehingga rumah di situ kondisinya sudah lapuk dan rusak berat, sementara warganya tidak punya uang untuk memperbaiki. Sekarang sudah bagus sekali. Besar sekali manfaat (program bedah kawasan) yang dirasakan warga," kata Setiyawan.
Setiyawan menambahkan, warga Kampung Melayu tidak saja merasakan dampak fisik dari bedah rumah, tetapi juga bisa menikmati nilai manfaat lain. Seperti adanya pembekalan dan pelatihan sebagai kampung tangguh yaitu pelatihan kebencanaan, pelatihan UMKM, dan pelatihan pemberdayaan ekonomi. Bahkan warga dapat menikmati fasilitas wifi gratis, dan fasilitas umum untuk ruang interaksi dan kegiatan sosial warga.
Warga sudah bisa tinggal di kawasan itu secara layak, setelah dilakukan bedah kawasan oleh Baznas Bazis DKI yang berkolaborasi dengan Pemkot Jaktim dan TNI. Sebanyak 42 rumah warga yang masuk kategori rusak berat dan tidak layak huni di Kampung Melayu, sudah berubah setelah dibangun melalui Program Bedah Kawasan Baznas (Bazis) DKI.
Dijumpai langsung di kantor Kelurahan Kampung Melayu,Selasa, (25/5/2021) Lurah Kampung Melayu, Jakarta Timur, Setiyawan mengakui bahwa dulu kawasan itu menjadi yang pertama terdampak banjir dan paling lama surutnya. (Baca juga; Sidang Vonis Habib Rizieq dan 5 Mantan Petinggi FPI Digelar PN Jakarta Timur Pukul 09.00 WIB )
"Kondisi rumah di kawasan Kampung Melayu (RT 10, 11, dan 13 RW 04 dan 05) memang kumuh, padat dan sering dilanda banjir. Tiap tahun selalu paling pertama terdampak banjir, dan paling lama surutnya. Sehingga rumah di situ kondisinya sudah lapuk dan rusak berat, sementara warganya tidak punya uang untuk memperbaiki. Sekarang sudah bagus sekali. Besar sekali manfaat (program bedah kawasan) yang dirasakan warga," kata Setiyawan.
Setiyawan menambahkan, warga Kampung Melayu tidak saja merasakan dampak fisik dari bedah rumah, tetapi juga bisa menikmati nilai manfaat lain. Seperti adanya pembekalan dan pelatihan sebagai kampung tangguh yaitu pelatihan kebencanaan, pelatihan UMKM, dan pelatihan pemberdayaan ekonomi. Bahkan warga dapat menikmati fasilitas wifi gratis, dan fasilitas umum untuk ruang interaksi dan kegiatan sosial warga.
Lihat Juga :