Mitos Gerhana Bulan Total di Zaman Kuno dan Modern, Ini Penjelasannya
Kamis, 27 Mei 2021 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
“Karenanya, bulan pada saat supermoon akan terlihat 14% lebih besar dan 30% lebih cerah daripada purnama saat jarak terjauhnya," terangnya.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Baru Terjadi Lagi Pada 2033 Nanti
Istilah bloodmoon menunjukkan tampilan bulan yang berwarna merah saat gerhana akibat pembiasan cahaya matahari oleh lapisan atmosfer bumi. Saat puncak gerhana berlangsung, bulan tidak sepenuhnya berwarna gelap namun akan berwarna kemerahan.
Sedangkan rangkaian gerhana bulan berada pada tujuh fase. Yakni awal penumbra pada pukul 15.46, awal umbra pukul 16.44, awal gerhana total pukul 18.09, puncak gerhana pukul 18.18, akhir gerhana total pukul 18.28, akhir umbra pukul 19.52, dan akhir penumbra pukul 20.51. Total proses gerhana memiliki durasi waktu 5 jam lebih 5 menit. Sementara itu, matahari tenggelam untuk wilayah surabaya pada pukul 17.18.
Pengajar Astronomi UMSurabaya, Andi Sitti Mariyam mengatakan bahwa secara astronomis, proses terjadinya gerhana mematahkan isu yang menyatakan bahwa bumi itu datar. “Pada saat bayangan bulan masuk maupun mulai keluar dari bagian umbra, terlihat bayangan bumi membentuk lengkungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa bumi itu tidak datar," ungkapnya.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Baru Terjadi Lagi Pada 2033 Nanti
Istilah bloodmoon menunjukkan tampilan bulan yang berwarna merah saat gerhana akibat pembiasan cahaya matahari oleh lapisan atmosfer bumi. Saat puncak gerhana berlangsung, bulan tidak sepenuhnya berwarna gelap namun akan berwarna kemerahan.
Sedangkan rangkaian gerhana bulan berada pada tujuh fase. Yakni awal penumbra pada pukul 15.46, awal umbra pukul 16.44, awal gerhana total pukul 18.09, puncak gerhana pukul 18.18, akhir gerhana total pukul 18.28, akhir umbra pukul 19.52, dan akhir penumbra pukul 20.51. Total proses gerhana memiliki durasi waktu 5 jam lebih 5 menit. Sementara itu, matahari tenggelam untuk wilayah surabaya pada pukul 17.18.
Pengajar Astronomi UMSurabaya, Andi Sitti Mariyam mengatakan bahwa secara astronomis, proses terjadinya gerhana mematahkan isu yang menyatakan bahwa bumi itu datar. “Pada saat bayangan bulan masuk maupun mulai keluar dari bagian umbra, terlihat bayangan bumi membentuk lengkungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa bumi itu tidak datar," ungkapnya.
Lihat Juga :