Positif Covid-19, 57 Warga Griya Melati Bogor Jalani Karantina di Pusat Isolasi BPKP Ciawi
Senin, 24 Mei 2021 - 02:22 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya.Foto/Istimewa/Humas Pemkot Bogor
A
A
A
BOGOR - Sebanyak 57 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Perumahan Griya Melati, Kota Bogor, telah dievakuasi ke Pusat Isolasi BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor. Sementara, satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 isolasi di RS Karya Bakti Pertiwi.
Seluruh pasien dijemput di rumah masing-masing menggunakan dua bus Dinas Perhubungan (Dishub) dan dua ambulans serta dikawal petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kepolisian.
"Jadi, sampai hari ini tercatat ada 58 warga Griya Melati dinyatakan positif. Bertambah dari sebelumnya 46 orang, karena saya minta yang kemarin di tes antigen agar kembali melakukan tes PCR," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, dalam keterangannya, Minggu (23/5/2021).
Menurutnya, dilakukan tes ulang PCR karena hasil tes antigen tidak menjamin. Bahkan menurutnya, sekarang pun jika hasil PCR negatif namun pasien ada gejala klinis Covid-19 harus diproses, khawatir merupakan jenis baru Covid-19.
"Sekarang kami sedang menunggu, mudah-mudahan dalam satu minggu keluar hasilnya. Melihat tingkat penyebarannya cepat dan banyak, kami antisipasi jangan sampai ini tren baru. Saya pun sudah kontak dengan Pak Menteri Kesehatan dan akan mengirim tim ke Kota Bogor," ujarnya. Baca: Wakil Wali Kota Bogor Nilai Isolasi Mandiri Tak Aman, Kasus COVID-19 di Griya Melati Jadi 46 Orang
Bima menuturkan, saat ini fokus di Kota Bogor yakni pasien yang sakit, semuanya harus dievakuasi ke BPKP Ciawi atau ke Rumah Sakit jika gejalanya berat. Sementara mereka yang sehat dan dinyatakan negatif tetap diminta untuk karantina atau tidak kemana-mana.
"Semua nanti disuplai dan dibantu. Griya Melati ini saya nyatakan kejadian luar biasa (KLB) dan diberlakukan pembatasan aktivitas," tegasnya. Bima juga terus memastikan agar jangan sampai klaster ini menyebar ke permukiman lain.
Seluruh pasien dijemput di rumah masing-masing menggunakan dua bus Dinas Perhubungan (Dishub) dan dua ambulans serta dikawal petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kepolisian.
"Jadi, sampai hari ini tercatat ada 58 warga Griya Melati dinyatakan positif. Bertambah dari sebelumnya 46 orang, karena saya minta yang kemarin di tes antigen agar kembali melakukan tes PCR," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, dalam keterangannya, Minggu (23/5/2021).
Menurutnya, dilakukan tes ulang PCR karena hasil tes antigen tidak menjamin. Bahkan menurutnya, sekarang pun jika hasil PCR negatif namun pasien ada gejala klinis Covid-19 harus diproses, khawatir merupakan jenis baru Covid-19.
"Sekarang kami sedang menunggu, mudah-mudahan dalam satu minggu keluar hasilnya. Melihat tingkat penyebarannya cepat dan banyak, kami antisipasi jangan sampai ini tren baru. Saya pun sudah kontak dengan Pak Menteri Kesehatan dan akan mengirim tim ke Kota Bogor," ujarnya. Baca: Wakil Wali Kota Bogor Nilai Isolasi Mandiri Tak Aman, Kasus COVID-19 di Griya Melati Jadi 46 Orang
Bima menuturkan, saat ini fokus di Kota Bogor yakni pasien yang sakit, semuanya harus dievakuasi ke BPKP Ciawi atau ke Rumah Sakit jika gejalanya berat. Sementara mereka yang sehat dan dinyatakan negatif tetap diminta untuk karantina atau tidak kemana-mana.
"Semua nanti disuplai dan dibantu. Griya Melati ini saya nyatakan kejadian luar biasa (KLB) dan diberlakukan pembatasan aktivitas," tegasnya. Bima juga terus memastikan agar jangan sampai klaster ini menyebar ke permukiman lain.
Lihat Juga :