Usai Tonton Film Tjoet Nja' Dhien, Anies: Jangan Pernah Kau Khianati Negeri Ini!
Senin, 24 Mei 2021 - 01:17 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menonton film Tjoet Nja Dhien disalah satu bioskop di Jakarta, Minggu (23/5/2021).Foto/Istimewa/IG @aniesbaswedan
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memboyong istri dan 4 anaknya nonton film Tjoet Nja' Dhien disalah satu bioskop di Jakarta, Minggu (23/5/2021). Usai menonton film tersebut Anies mengunggah sejumlah foto dengan tulisan “Jangan pernah kau khianati negeri ini!”.
Unggahan Anies ini mendapatkan ratusan ribu Like dan ribuan komentar dari pengikutnya di akun Instagram @aniesbaswedan. Anies menulis caption dengan awalan,“Jangan pernah kau khianati negeri ini!”.
Selanjutnya Anies menulis, "Itu kalimat terakhir yang keluar dari Cut Nyak Dhien di film ini. Badannya renta tapi imannya kokoh. Matanya rabun tapi hatinya jernih. Pakaiannya gelap tapi sinar mukanya cerah.
Menurut Anies, Tjoet Nja’ Dhien adalah kisah perempuan tangguh. Dia memancarkan aura kecemerlangan hati dan keteguhan iman. Pancaran yang membuat ribuan terpanggil untuk perang sabil. Gema takbir bergema di hutan dan pilihan yang dia tawarkan sederhana: Menang atau Syahid.
Tontonlah film ini. Resapi kisahnya. Refleksikan kondisinya. Bayangkan bila kita hidup di masa itu: ada di pihak manakah kita berada? Sanggupkah kita pilih jalan terjal tapi mulia? Jalan perjuangan? Sanggupkah?
Unggahan Anies ini mendapatkan ratusan ribu Like dan ribuan komentar dari pengikutnya di akun Instagram @aniesbaswedan. Anies menulis caption dengan awalan,“Jangan pernah kau khianati negeri ini!”.
Selanjutnya Anies menulis, "Itu kalimat terakhir yang keluar dari Cut Nyak Dhien di film ini. Badannya renta tapi imannya kokoh. Matanya rabun tapi hatinya jernih. Pakaiannya gelap tapi sinar mukanya cerah.
Menurut Anies, Tjoet Nja’ Dhien adalah kisah perempuan tangguh. Dia memancarkan aura kecemerlangan hati dan keteguhan iman. Pancaran yang membuat ribuan terpanggil untuk perang sabil. Gema takbir bergema di hutan dan pilihan yang dia tawarkan sederhana: Menang atau Syahid.
Tontonlah film ini. Resapi kisahnya. Refleksikan kondisinya. Bayangkan bila kita hidup di masa itu: ada di pihak manakah kita berada? Sanggupkah kita pilih jalan terjal tapi mulia? Jalan perjuangan? Sanggupkah?
Lihat Juga :