Indah Putri Indriani Diminta Kembali Pimpin PMI Luwu Utara

Minggu, 23 Mei 2021 - 12:49 WIB
loading...
Indah Putri Indriani...
Muskab PMI Luwu Utara, yang digelar di Aula Laga Ligo Kantor Bupati Luwu Utara, Minggu (23/5/2021). Foto: Istimewa
A A A
MASAMBA - Musyawarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Utara digelar. Melalui kegiatan itu, PMI Sulsel berharap Indah Putri Indriani kembali memimpin organisasi palang merah itu di Luwu Utara.

Hal itu disampaikan langsung Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Sulsel, Syamsuddin Saenal saat menghadiri pembukaan Muskab PMI Luwu Utara, yang digelar di Aula Laga Ligo Kantor Bupati Luwu Utara, Minggu (23/5/2021).

"Jujur saja saya sampaikan, jika kami di PMI Sulawesi Selatan berharap ibu Indah kembali memimpin PMI Luwu Utara untuk lima tahun ke depan," kata Syamsuddin Saenal, saat membawakan sambutan mewakili Ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan di Muskab PMI Luwu Utara ke IV.

Baca Juga: Luwu Utara Prioritaskan Pembangunan Huntap untuk Warga Terdampak Bencana

Dia menambahkan, harapan itu bukan tanpa alasan. Kata Syamsuddin, kinerja Indah selama memimpin PMI Luwu Utara lima tahun terakhir dinilai sangat membanggakan.

"Ibu Indah ini menjadi perhatian, karena dia adalah perempuan namun gerakannya sangat luar biasa. Itu juga terbukti saat Luwu Utara ditimpa bencana alam banjir bandang. Dia turun berjibaku di lapangan. Makanya kita harap dia kembali memimpin," ungkapnya.

"Bukan bermaksud untuk mengucilkan kader PMI lainya, jika ada yang ingin silakan. Tapi harapan kami di Sulsel seperti itu. Jadi selamat ber muskab," tutup Syamsuddin.

Baca Juga: Percepat Digitalisasi Pemerintahan, Pemkab Luwu Utara Jalin Kerja Sama dengan BNI

Sementara itu, Indah Putri Indriani yang juga adalah Bupati Luwu Utara turut hadir membuka pelaksanaan muskab tersebut.

"Terlepas apa yang disampaikan wakil ketua tadi, saya harap muskab ini menghasilkan pemimpin yang bisa membawa PMI lebih baik lagi, terkhusus di Luwu Utara," kata Indah.

Luwu Utara lanjut Indah, adalah daerah yang rawan bencana, dari dari 166 desa dan tujuh kelurahan yang ada di Luwu Utara, 152 masuk dalam daerah rawan atau 80 persen wilayah rawan bencana.

"Ditambah lagi Luwu Utara ini daerah monsoon, hujan bisa terjadi sepanjang tahun. Kehadiran PMI, kesigapan PMI saat terjadi bencana menjadi harapan masyarakat yang tertimpa musibah," pungkasnya.

"Jadi setiap program kerja PMI juga harus menyesuaikan kondisi daerah. Seperti pada periode sebelumnya. Jadi sekali lagi, selamat bermusyawarah," tutup Indah.

Baca Juga: Pekan Depan, BNPB Transfer Dana Pembangunan 897 Huntap ke Luwu Utara
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PMI Luwu Utara Lanjutkan...
PMI Luwu Utara Lanjutkan Roadshow Vaksinasi Pelajar
Indah Putri Indriani...
Indah Putri Indriani Kembali Pimpin PMI Luwu Utara Secara Aklamasi
Indah Putri Indriani...
Indah Putri Indriani Diminta Kembali Pimpin PMI Luwu Utara
Rekomendasi
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Berita Terkini
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved