Ada Mitos Andaru Bakal Datang Jelang Pilkades, Apa Itu?
Jum'at, 21 Mei 2021 - 20:09 WIB
loading...
‘Andaru’ adalah salah satu kepercayaan yang sampai saat ini masih dipegang masyarakat saat menjelang hari H Pilkades. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
MAJALENGKA - Sebanyak 127 desa di Kabupaten Majalengka menggelar Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) serentak pada Sabtu (22/5/2021) besok. Berbagai kepercayaan masyarakat setiap menjelang Pilkades hingga saat ini masih berlaku.
‘Andaru’ adalah salah satu kepercayaan yang sampai saat ini masih dipegang masyarakat saat menjelang hari H Pilkades . Masyarakat, khususnya Timses para Calon Kuwu (Kades) biasanya berinisiatif menanti turunnya Andaru pada malam menjelang hari H pencoblosan.
Masyarakat percaya bahwa ketika Andaru, yang disebut-sebut menyerupai bola api, jatuh di rumah salah satu calon maka dialah yang akan jadi pemenang. Andaru sendiri, menurut cerita yang beredar biasanya turun pada dini hari, dari pukul 00.00WIB hinga menjelang Subuh.
Budayawan Majalengka, Rahmat Iskandar mengatakan Andaru sendiri diambil dari salah satu ceritera dalam dunia pewayangan. Namun, dalam kisah asli pewayangan baik Ramayana maupun Mahabrata tidak terdapat cerita Andaru itu.
“Dalam salah satu cerita Putra Astina disebutkan bahwa penerus kerajaan itu mencari Wahyucakraningrat. Itu untuk menentukan siapa yang akan jadi Raja. Namun apa dan bagaimana Wahyucakraningrat itu, tidak dijelaskan. Apakah dalam bentuk cahaya, angin, atau bisikan, tidak dijelaskan. Namun, siapa yang mendapatkannya, dialah yang akan jadi,” kata Rais, demikian dia biasa disapa.
‘Andaru’ adalah salah satu kepercayaan yang sampai saat ini masih dipegang masyarakat saat menjelang hari H Pilkades . Masyarakat, khususnya Timses para Calon Kuwu (Kades) biasanya berinisiatif menanti turunnya Andaru pada malam menjelang hari H pencoblosan.
Masyarakat percaya bahwa ketika Andaru, yang disebut-sebut menyerupai bola api, jatuh di rumah salah satu calon maka dialah yang akan jadi pemenang. Andaru sendiri, menurut cerita yang beredar biasanya turun pada dini hari, dari pukul 00.00WIB hinga menjelang Subuh.
Budayawan Majalengka, Rahmat Iskandar mengatakan Andaru sendiri diambil dari salah satu ceritera dalam dunia pewayangan. Namun, dalam kisah asli pewayangan baik Ramayana maupun Mahabrata tidak terdapat cerita Andaru itu.
“Dalam salah satu cerita Putra Astina disebutkan bahwa penerus kerajaan itu mencari Wahyucakraningrat. Itu untuk menentukan siapa yang akan jadi Raja. Namun apa dan bagaimana Wahyucakraningrat itu, tidak dijelaskan. Apakah dalam bentuk cahaya, angin, atau bisikan, tidak dijelaskan. Namun, siapa yang mendapatkannya, dialah yang akan jadi,” kata Rais, demikian dia biasa disapa.
Lihat Juga :