Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Polda Bali Undang Gus Miftah
Kamis, 20 Mei 2021 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Gus Miftah mengatakan hal yang membuat Indonesia terpecah adalah karena belum memahami arti Bhineka. Masyarakat Bangsa Indonesia kebanyakan tidak memahami arti Bhineka sehingga banyak dijumpai di Indonesia adanya perpecahan yang diakibatkan oleh diskriminasi agama.
"Dulu saat saya SD saya diajarkan untuk mencintai negara melalui pelajaran PMP kebangsaan, kita diperintahkan untuk menghafal nama nama pahlawan, menghafal lagu lagu kebangsaan,” kata Gus Miftah.
Dia menegaskan, yang mempersatukan itu rasa senasib sepenanggungan, satu idiolegi yang sama yaitu Pancasila. "Sampai saat ini Pancasila mampu menjadi alat pemersatu," tegasnya.
Sedangkan Bambang Soesatyo menyampaikan tantangan bangsa Indonesia ke depannya adalah perbedaan suku, ras dan agama (SARA). “Pandemi COVID-19 yang melanda kita saat ini ada beberapa fase, yaitu fase krisis kesehatan, fase survaive, fase krisis ekonomi, fase krisis sosial dan politik. Pemerintah saat ini sedang bekerja keras, oleh karena itu saya mengajak semua pihak agar bersama-sama dalam menghambat laju COVID-19 ini,” ujarnya.
"Dulu saat saya SD saya diajarkan untuk mencintai negara melalui pelajaran PMP kebangsaan, kita diperintahkan untuk menghafal nama nama pahlawan, menghafal lagu lagu kebangsaan,” kata Gus Miftah.
Dia menegaskan, yang mempersatukan itu rasa senasib sepenanggungan, satu idiolegi yang sama yaitu Pancasila. "Sampai saat ini Pancasila mampu menjadi alat pemersatu," tegasnya.
Sedangkan Bambang Soesatyo menyampaikan tantangan bangsa Indonesia ke depannya adalah perbedaan suku, ras dan agama (SARA). “Pandemi COVID-19 yang melanda kita saat ini ada beberapa fase, yaitu fase krisis kesehatan, fase survaive, fase krisis ekonomi, fase krisis sosial dan politik. Pemerintah saat ini sedang bekerja keras, oleh karena itu saya mengajak semua pihak agar bersama-sama dalam menghambat laju COVID-19 ini,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :