Setahun Pembelajaran Online, Disdik dan Kebudayaan Tangsel: Siswa Mudah Bosan dan Depresi
Selasa, 18 Mei 2021 - 11:49 WIB
loading...
Sejumlah siswa mengikuti proses belajar-mengajar secara online. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Pembelajaran online berkepanjangan, ternyata membawa dampak negatif bagi psikologi anak . Dari yang ringan cepat bosan, hingga yang terberat membuat depresi.
Tidak hanya itu, pembelajaran online yang telah setahun berjalan pun masih terkendala infrastruktur. Sekitar 10-20 persen pelajar di Tangsel absen belajar online. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono, banyak tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran online.
"Mungkin sebelumnya tidak terbayang, bahwa kita akan melakukan sistem pembelajaran online seperti ini, menjadi trend baru, kebiasaan baru di dunia pendidikan," katanya kepada SINDOnews di Pemkot Tangsel, Selasa (18/5/2021).
Dijelaskan Taryono, untuk mengurangi dampak psikologis yang terjadi pada anak akibat belajar online, dibutuhkan inovasi yang terus-menerus dari guru. Baca juga: Belajar Online, Orang Tua Harus Lindungi Mata Anak dari Radiasi
"Tantangannya, selain infrastruktur, jujur yang jadi perhatian kita bersama dampak psikologis terhadap anak. Jadi yang namanya anak, alamiahnya adalah berinteraksi langsung teman-temannya, dan dengan gurunya," sambungnya.
Tidak hanya itu, pembelajaran online yang telah setahun berjalan pun masih terkendala infrastruktur. Sekitar 10-20 persen pelajar di Tangsel absen belajar online. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono, banyak tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran online.
"Mungkin sebelumnya tidak terbayang, bahwa kita akan melakukan sistem pembelajaran online seperti ini, menjadi trend baru, kebiasaan baru di dunia pendidikan," katanya kepada SINDOnews di Pemkot Tangsel, Selasa (18/5/2021).
Dijelaskan Taryono, untuk mengurangi dampak psikologis yang terjadi pada anak akibat belajar online, dibutuhkan inovasi yang terus-menerus dari guru. Baca juga: Belajar Online, Orang Tua Harus Lindungi Mata Anak dari Radiasi
"Tantangannya, selain infrastruktur, jujur yang jadi perhatian kita bersama dampak psikologis terhadap anak. Jadi yang namanya anak, alamiahnya adalah berinteraksi langsung teman-temannya, dan dengan gurunya," sambungnya.
Lihat Juga :