Air Mata Siswanti Menitik di Tepi Waduk Kedung Ombo, Adik, Anak, dan Keponakannya Tenggelam
Sabtu, 15 Mei 2021 - 22:02 WIB
loading...
Tragedi tenggelamya perahu di Waduk Kedung Ombo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menyisakan kepedihan bagi keluarganya. Foto/Ist.
A
A
A
BOYOLALI - Tragedi tenggelamnya perahu di Waduk Kedung Ombo , Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menyisakan kepedihan bagi Siswanti warga Desa Turko, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Baca juga: Tangis Pecah di Waduk Kedung Ombo, 6 Korban Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa
Bahkan dia sampai pingsan di tepi waduk yang dibangun pada era pemerintahan orde baru tersebut. Anak pertamanya, Niken Safitri (7), bersama keponakannya, Wilda (5), serta ibu kandung Wilda, Siti Mukaromah (37) ikut tenggelam dalam musibah terbaliknya perahu tersebut.
Adik Siswanti pun terus berupaya menenangkan kakaknya yang terpukul berat akibat kehilangan tiga anggota keluarganya. Siswanti bersama suminya, Mustakim, dan anak balitanya Alya selamat dari maut .
Baca juga: Camat Kena OTT Saat Minta Setoran THR Kepada 15 Kades, Bupati Kediri: Langsung Copot!
Mustakim menurutkan, saat perahu terbalik dirinya berusaha bertahan dengan meraih ujung kapal yang terbalik, sambil menggendong anak balitanya hingga warga datang dan mengevakuasi dari dalam waduk.
Sementara Siswanti yang ikut berpegangan pada tubuh suaminya, juga selamat dan kondisinya saat ini masih syok berat dan sering pingsan. Beberapa anggota keluarga korban terbaliknya perahu penyebrangan yang tiba di lokasi, juga terlihat cemas.
Baca juga: Konawe Utara Gempar, Babi Pakai Masker Ditemukan Warga Asyik Tidur di Kamar
Peristiwa tenggelamnya perahu penyebrangan di Waduk Kedung Ombo ini, terjadi ketika perahu yang dikemudikan Galih hendak menyebrangkan penumpang menuju warung apung yang berlokasi di tengah waduk. Namun belum sampai di warung apung, perhu tiba-tiba terbalik.
Dugaan sementara, terbaliknya perahu disebabkan oleh kelebihan muatan. Di mana kapasitas perahu hanya untuk 10 penumpang, namun diisi 20 penumpang. Akibatnya perahu kelebihan beban muatan hingga tenggelam . Dalam peristiwai ini, 11 korban berhasil diselamatkan, enam ditemukan tewas, dan tiga masih hilang.
Baca juga: Tangis Pecah di Waduk Kedung Ombo, 6 Korban Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa
Bahkan dia sampai pingsan di tepi waduk yang dibangun pada era pemerintahan orde baru tersebut. Anak pertamanya, Niken Safitri (7), bersama keponakannya, Wilda (5), serta ibu kandung Wilda, Siti Mukaromah (37) ikut tenggelam dalam musibah terbaliknya perahu tersebut.
Adik Siswanti pun terus berupaya menenangkan kakaknya yang terpukul berat akibat kehilangan tiga anggota keluarganya. Siswanti bersama suminya, Mustakim, dan anak balitanya Alya selamat dari maut .
Baca juga: Camat Kena OTT Saat Minta Setoran THR Kepada 15 Kades, Bupati Kediri: Langsung Copot!
Mustakim menurutkan, saat perahu terbalik dirinya berusaha bertahan dengan meraih ujung kapal yang terbalik, sambil menggendong anak balitanya hingga warga datang dan mengevakuasi dari dalam waduk.
Sementara Siswanti yang ikut berpegangan pada tubuh suaminya, juga selamat dan kondisinya saat ini masih syok berat dan sering pingsan. Beberapa anggota keluarga korban terbaliknya perahu penyebrangan yang tiba di lokasi, juga terlihat cemas.
Baca juga: Konawe Utara Gempar, Babi Pakai Masker Ditemukan Warga Asyik Tidur di Kamar
Peristiwa tenggelamnya perahu penyebrangan di Waduk Kedung Ombo ini, terjadi ketika perahu yang dikemudikan Galih hendak menyebrangkan penumpang menuju warung apung yang berlokasi di tengah waduk. Namun belum sampai di warung apung, perhu tiba-tiba terbalik.
Dugaan sementara, terbaliknya perahu disebabkan oleh kelebihan muatan. Di mana kapasitas perahu hanya untuk 10 penumpang, namun diisi 20 penumpang. Akibatnya perahu kelebihan beban muatan hingga tenggelam . Dalam peristiwai ini, 11 korban berhasil diselamatkan, enam ditemukan tewas, dan tiga masih hilang.
(eyt)
Lihat Juga :