Pantau Tempat Wisata, Disparbud Jabar Ingatkan Wisatawan Waspadai COVID-19

Sabtu, 15 Mei 2021 - 13:01 WIB
loading...
Pantau Tempat Wisata,...
Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik (tengah) saat memantau aktivitas wisata di Taman Wisata Grafika Cikole, Lembang, Sabtu (15/4/2021). Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Memasuki H+2 Lebaran 2021, jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar melakukan pemantauan terhadap aktivitas pariwisata di sejumlah tempat wisata.

Baca juga: Jenazah Ajudan Pribadi Komandan TPNPB-OPM Lesmin Walker Diserahkan ke Keluarganya

Pemantauan dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) baik oleh pengunjung maupun pengelola wisata, termasuk pelaksanaan rapid test antigen secara acak dalam upaya menekan potensi penyebaran COVID-19.

Baca juga: Trik Pemudik Hindari Penyekatan Arus Balik, Pulang Cepat Lewat Jalur Pantura Subang

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik mengingatkan, meski aktivitas pariwisata diperbolehkan, khususnya di wilayah berstatus zona kuning dan hijau, namun pihaknya tetap mengingatkan wisatawan untuk mewaspasai potensi penularan COVID-19.

"Kita harus waspada karena COVID-19 ini masih ada," tegas Dedi di sela pemantauannya di Taman Wisata Grafika Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (16/5/2021).

Selain mengingatkan wisatawan, pihaknya pun meminta para pengelola tempat wisata di Jabar benar-benar menerapkan aturan prokes 3 M bagi wisatawannya, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Prokes 3M harus benar-benar diterapkan wisatawan dan penyedia jasa wisata," tegasnya lagi.

Dedi pun menekankan pentingnya menjaga jarak antarwisatawan. Karenanya, seluruh tempat wisata di Jabar harus mematuhi aturan pembatasan kapasitas, yakni 30-50 persen dari kapasitas total tempat wisata.

"Kita main di kapasitas 30 sampai 50 persen. Lebih dari itu, tempat wisata tidak boleh lagi menerima kunjungan wisatawan," ujarnya.

Selain mengingatkan wisatawan dan pengelola tempat wisata, Dedi menyatakan, dalam upaya menekan potensi penyebaran COVID-19, pihaknya bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 juga menggelar testing, tracing, dan treatment (3T) di tempat wisata.

"Kita gelar rapid test antigen secara acak di tempat-tempat wisata. Kita sudah sebar 37.000 rapid test anitigen untuk mendukung pelaksanan 3T. Mudah-mudahan dengan rapid tes antigen acak ini, tidak banyak wisatawan yang ditemukan positif COVID-19," ungkapnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, pemantauan dilakukan serentak di 108 tempat wisata yang tersebar di Jabar dengan melibatkan jajaran Disparbud kabupaten/kota hingga libur Lebaran 2021 usai.

"Sejak tanggal 5 Mei, kita sudah berkoordinasi untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di libur Lebaran ini, termasuk cek lapangan dan penerapan prokes di tempat wisata," imbuhnya.

Dedi juga memastikan bahwa sebanyak 772 tempat wisata, hotel, termasuk restoran di Jabar telah mengantongi sertifikat CHSE atau clean, healthy, safety, dan environmet sebagai syarat utama penerimaan kunjungan wisatawan. "Langkah early warning inilah yang paling penting. Memenuhi CHSE, prokes, dan 3 T," katanya.

Disinggung pergerakan wisatawan di Jabar hingga H+2 Lebaran, Dedi mengakui bahwa telah terjadi peningkatan kunjungan wisatawan. Dengan kondisi tersebut, Dedi berharap, seluruh tempat wisata benar-benar menerapkan prokes ketat.

"Kalau saya lihat mulai dari bawah Kota Bandung, kebon binatang, Eldorado, Farm House, Tahu Susu Lembang sudah ada pergerakan. Makanya, kita perlu ketat, jangan sampai ada klaster baru. Kita pantau, lakukan rapid test antigen, edukasi, dan sosialiasi. Kita lakukan secara masif," benernya.

Dedi menambahkan, di tengah pandemi yang masih melanda, pencegahan COVID-19 harus dibarengi upaya pemulihan ekonomi, khususnya terhadap sektor pariwisata yang paling terdampak langsung. Pihaknya berharap, 2022 mendatang, sektor pariwisata di Jabar bisa kembali pulih.

"Kita tidak ingin pandemi yang berkepanjangan karena kita juga harus waspada COVID-19 masih ada, tapi pemulihan ekonomi harus jalan. Pariwisata memang paling terdampak," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Wakil Ketua Komisi VII:...
Wakil Ketua Komisi VII: Gelaran Tona Sian Huta Angkat Opera Batak ke Panggung Nasional
Libur Panjang, Monas...
Libur Panjang, Monas Diserbu 4.009 Pengunjung, 129 di Antaranya Wisatawan Mancanegara
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
BPODT Sebut Infrastruktur...
BPODT Sebut Infrastruktur dan Regulasi Kunci Pengembangan Destinasi Danau Toba
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Bukan Sekadar Tempat...
Bukan Sekadar Tempat Liburan, Tanjung Lesung Punya Potensi Jadi Sanctuary
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Rekomendasi
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berita Terkini
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Infografis
Jens Raven Layak Jadi...
Jens Raven Layak Jadi Striker Utama di Timnas Indonesia U-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved