Pasca Banjir, Batu Bercampur Lumpur Masih Tutup Badan Jalan di Kawasan Danau Toba
Jum'at, 14 Mei 2021 - 10:40 WIB
loading...
Kondisi lalu lintas masih terganggu pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi di hari pertama libur lebaran di kawasan wisata Danau Toba. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
SIMALUNGUN - Arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, masih dialihkan pasca banjir menerjang kawasan wisata Danau Toba. Batu, lumpur, dan kayu yang terseret banjir , masih menutup sebagian badan jalan.
Baca juga: Jalur Prapat Dihantam Banjir, Tim Gabungan Dikerahkan Bersihkan Material
Petugas gabungan saat ini tengah bekerja keras membersihkan material banjir dan longsor yang menutup Jalinsum, tepatnya 200 meter sebelum pintu masuk kawasan wisata Danau Toba. Selain itu, material banjir juga memenuhi sejumlah rumah warga.
"Kami berharap pemerintah segera mengatasi masalah banjir dan longsor yang kerap terjadi di kawasan wisata Danau Toba ini, karena kondisi ini juga mengganggu pariwisata," ujar salah seorang warga korban banjir, Berliana Saing.
Baca juga: Klaten Gempar, Ustaz Juriono Meninggal Dunia Saat Beri Khotbah Usai Salat Idul Fitri
Banjir di pusat kota Parapat, tepatnya di Jalinsum Desa Sualan Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, terjadi di hari pertama lebaran, Kamis (13/5/2021) sore.
Material banjir dan longsor berupa batu, lumpur, serta kayu turut terbawa derasnya arus banjir hingga menumpuk di badan jalan. Banjir tersebut berasal dari sungai kecil yang berhulu di Bukit Bangun Dolok Parapat.
Baca juga: 3 Tim Pasukan Elit TNI Ini yang Menembak Mati Komandan OPM Lesmin Walker dan Pukul Mundur KKB
Adanya pembalakan liar di bagian hulu sungai , yakni di Bukit Bangun Dolok Prapat, diduga menjadi pemicu utama terjadinya banjir bandang tersebut. Akibatnya, sungai yang bermuara di Danau Toba ini, tak mampu menampung debit air.
Baca juga: Jalur Prapat Dihantam Banjir, Tim Gabungan Dikerahkan Bersihkan Material
Petugas gabungan saat ini tengah bekerja keras membersihkan material banjir dan longsor yang menutup Jalinsum, tepatnya 200 meter sebelum pintu masuk kawasan wisata Danau Toba. Selain itu, material banjir juga memenuhi sejumlah rumah warga.
"Kami berharap pemerintah segera mengatasi masalah banjir dan longsor yang kerap terjadi di kawasan wisata Danau Toba ini, karena kondisi ini juga mengganggu pariwisata," ujar salah seorang warga korban banjir, Berliana Saing.
Baca juga: Klaten Gempar, Ustaz Juriono Meninggal Dunia Saat Beri Khotbah Usai Salat Idul Fitri
Banjir di pusat kota Parapat, tepatnya di Jalinsum Desa Sualan Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, terjadi di hari pertama lebaran, Kamis (13/5/2021) sore.
Material banjir dan longsor berupa batu, lumpur, serta kayu turut terbawa derasnya arus banjir hingga menumpuk di badan jalan. Banjir tersebut berasal dari sungai kecil yang berhulu di Bukit Bangun Dolok Parapat.
Baca juga: 3 Tim Pasukan Elit TNI Ini yang Menembak Mati Komandan OPM Lesmin Walker dan Pukul Mundur KKB
Adanya pembalakan liar di bagian hulu sungai , yakni di Bukit Bangun Dolok Prapat, diduga menjadi pemicu utama terjadinya banjir bandang tersebut. Akibatnya, sungai yang bermuara di Danau Toba ini, tak mampu menampung debit air.
(eyt)
Lihat Juga :