Transformasi Digital, Strategi Tepat Menyongsong The New Normal
Jum'at, 22 Mei 2020 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: Dentuman Misterius Terdengar Lagi, Kodam Siliwangi Lakukan Pengecekan)
Acara ini menghadirkan dua pembicara yaitu Anang Efendy (Enterprise Lead Google Cloud Indonesia) dan Pulung Listyawan (Engineering Manager PT Tangguh Jaya Abadi Solusindo). Anang menyampaikan bahwa digital commerce adalah bentuk usaha yang luar biasa karena memiliki basis data.
Basis data itulah yang akan menjadi currency dan diperebutkan masyarakat. Sebab, dengan data tersebut dapat diprediksikan dengan relatif tepat kegiatan seperti pemeliharaan, segmentasi pasar, perubahan kepemimpinan, budaya, perancangan, serta pengambilan keputusan. ”Jadi, transformasi digital adalah data, data adalah action, dan action adalah outcome,” kata Anang.
Meskipun begitu, menurut Anang ada hambatan dalam transformasi yaitu manusia, perubahan, keterampilan dan keamanan kerja, dan perbedaan generasi. Dalam pandangannya, pekerjaan ke depan lebih condong pada kreativitas dan inovasi, yang dibutuhkan adalah keterampilan khusus.
”Maka arah perubahan industri adalah mendefinisikan model bisnis baru, mengadopsi perubahan manajemen dan bersiap untuk gelombang perubahan berikutnya,” katanya dalam diskusi yang diikuti 64 peserta yang terdiri atas dari akademisi, pelaku bisnis, pemerintahan, asosiasi, juga mahasiswa tingkat akhir yang tertarik pada dunia digital.
Acara ini menghadirkan dua pembicara yaitu Anang Efendy (Enterprise Lead Google Cloud Indonesia) dan Pulung Listyawan (Engineering Manager PT Tangguh Jaya Abadi Solusindo). Anang menyampaikan bahwa digital commerce adalah bentuk usaha yang luar biasa karena memiliki basis data.
Basis data itulah yang akan menjadi currency dan diperebutkan masyarakat. Sebab, dengan data tersebut dapat diprediksikan dengan relatif tepat kegiatan seperti pemeliharaan, segmentasi pasar, perubahan kepemimpinan, budaya, perancangan, serta pengambilan keputusan. ”Jadi, transformasi digital adalah data, data adalah action, dan action adalah outcome,” kata Anang.
Meskipun begitu, menurut Anang ada hambatan dalam transformasi yaitu manusia, perubahan, keterampilan dan keamanan kerja, dan perbedaan generasi. Dalam pandangannya, pekerjaan ke depan lebih condong pada kreativitas dan inovasi, yang dibutuhkan adalah keterampilan khusus.
”Maka arah perubahan industri adalah mendefinisikan model bisnis baru, mengadopsi perubahan manajemen dan bersiap untuk gelombang perubahan berikutnya,” katanya dalam diskusi yang diikuti 64 peserta yang terdiri atas dari akademisi, pelaku bisnis, pemerintahan, asosiasi, juga mahasiswa tingkat akhir yang tertarik pada dunia digital.
Lihat Juga :