Disperindag Tuntaskan Sosialisasi Protokol Kesehatan Berniaga di seluruh Pasar Rakyat di Kota Denpasar
Jum'at, 22 Mei 2020 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengatakan, sosialisasi PKM Protokol Kesehatan Berniaga memang harus dilakukan sesuai dengan Perwali Nomor 32 tahun 2020 tentang pembatasan kegiatan masyarakat.
Menurutnya selain Disperindag, pihaknya juga mengimbau seluruh pedagang untuk mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menggunkan Face Shield. Meskipun ada beberapa pedagang yang belum terbiasa menggunakan face shield, namun pihaknya terus memberikan sosialisasi dan pemahaman untuk perlindungan diri dan kesehatan.
“Dari upaya tersebut akhirnya semua pedagang menggunakan Face Shield selama berjualan,” ungkapnya.
Untuk mempercepat mata rantai Covid-19, I.B. Kompyang mengaku para pedagang di pasar telah memanfaatkan layanan aplikasi online yang bekerja sama dengan Gojek. Ternyata pelayanan melalui aplikasi tersebut para pedagang mengaku 25-30 persen sangat membantu mereka dalam berjualan.
Tidak hanya itu lebih mempercepat memutus mata rantai Covid-19 pihaknya juga setiap tutup pasar melakukan penyemprotan disinfektan dan membatasi jarak pedagang. “Semua itu harus dilakukan mengingat pasar merupakan tempat yang selalu ramai dikunjungi masyarakat,” tegasnya. (ayu/humas.dps)
Menurutnya selain Disperindag, pihaknya juga mengimbau seluruh pedagang untuk mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menggunkan Face Shield. Meskipun ada beberapa pedagang yang belum terbiasa menggunakan face shield, namun pihaknya terus memberikan sosialisasi dan pemahaman untuk perlindungan diri dan kesehatan.
“Dari upaya tersebut akhirnya semua pedagang menggunakan Face Shield selama berjualan,” ungkapnya.
Untuk mempercepat mata rantai Covid-19, I.B. Kompyang mengaku para pedagang di pasar telah memanfaatkan layanan aplikasi online yang bekerja sama dengan Gojek. Ternyata pelayanan melalui aplikasi tersebut para pedagang mengaku 25-30 persen sangat membantu mereka dalam berjualan.
Tidak hanya itu lebih mempercepat memutus mata rantai Covid-19 pihaknya juga setiap tutup pasar melakukan penyemprotan disinfektan dan membatasi jarak pedagang. “Semua itu harus dilakukan mengingat pasar merupakan tempat yang selalu ramai dikunjungi masyarakat,” tegasnya. (ayu/humas.dps)
(alf)