Anies ke Warga Jakarta: Open House dan Halal Bihalal Sebaiknya melalui Media Virtual
Senin, 10 Mei 2021 - 19:53 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan agar open house dan halal bi halal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 hijriah tahun ini, ditiadakan. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan agar open house dan halal bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 hijriah tahun ini, ditiadakan. Alasannya, saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
"Seperti kegiatan silahturahmi, mendatangi tokoh masyarakat, tokoh agama, teman, dan saudara tetap dianjurkan menggunakan media virtual sampai dengan akhir bulan Syawal. Sehingga, ketika dimulainya perkantoran selepas Lebaran, juga diharapkan tidak dimulai dengan halal bi halal untuk memutus mata rantai," ujar Anies dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Anies Baswedan Malu, 239 Pejabat DKI Tidak Jalankan Instruksinya
Anies juga menegaskan bahwa kegiatan salat Idul Fitri 1442 hijriah agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Selain itu, masyarakat diminta memilih rumah ibadah di lokasi dekat tempat tinggal, tidak diperkanankan mengunjungi kawasan yang jauh dari rumah.
"Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan lintas wilayah, dan jika dilakukan di masjid setempat maka kapasitasnya adalah 50 persen," paparnya.
"Seperti kegiatan silahturahmi, mendatangi tokoh masyarakat, tokoh agama, teman, dan saudara tetap dianjurkan menggunakan media virtual sampai dengan akhir bulan Syawal. Sehingga, ketika dimulainya perkantoran selepas Lebaran, juga diharapkan tidak dimulai dengan halal bi halal untuk memutus mata rantai," ujar Anies dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Anies Baswedan Malu, 239 Pejabat DKI Tidak Jalankan Instruksinya
Anies juga menegaskan bahwa kegiatan salat Idul Fitri 1442 hijriah agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Selain itu, masyarakat diminta memilih rumah ibadah di lokasi dekat tempat tinggal, tidak diperkanankan mengunjungi kawasan yang jauh dari rumah.
"Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan lintas wilayah, dan jika dilakukan di masjid setempat maka kapasitasnya adalah 50 persen," paparnya.
Lihat Juga :