Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Maros Diminta Segera Dituntaskan
Minggu, 09 Mei 2021 - 19:25 WIB
loading...
Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Aras yang diwawancarai awak media saat berkunjung ke Maros. Foto: Sindonews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Progres pembangunan rel Kereta Api Tras Sulawesi di Maros terus digenjot, bahkan pembebasan lahan diminta untuk segera dituntaskan.
Anggota Komisi V DPR RI dari PPP, Muhammad Aras mengatakan, keseriusan pemerintah untuk menuntaskan pembangunan kereta api di Sulsel ini dengan menggenjot pembangunannya. Bahkan anggaran sudah disiapkan. Menurutnya, keseriusan instansi terkait melakukan tugasnya masing-masing sangat berpengaruh.
Aras mengatakan, selaku anggota DPR RI, telah beberapa kali memberikan peringatan kepada menteri dan presiden untuk memaksimalkan pekerjaan yang telah diberikan kewenangan. Diakuinya pembangunan rel kereta api ini telah beberapa kali tertunda. Sehingga presiden langsung memerintahkan seluruh staffnya untuk mengawasi secara langsung.
Baca Juga: 55 Bidang Tanah di Maros Dibayarkan untuk Rel Kereta Api Sulsel
"Jadi wadahnya ini bukan lagi ada DPR saja, tapi presiden sendiri sudah memerintahkan seluruh jajarannya untuk turun ke lapangan dan memaksimalkan pekerjaannya. Jangan sampai ini terus tertunda pengerjaan dan pembangunannya," katanya.
Anggota Komisi V DPR RI dari PPP, Muhammad Aras mengatakan, keseriusan pemerintah untuk menuntaskan pembangunan kereta api di Sulsel ini dengan menggenjot pembangunannya. Bahkan anggaran sudah disiapkan. Menurutnya, keseriusan instansi terkait melakukan tugasnya masing-masing sangat berpengaruh.
Aras mengatakan, selaku anggota DPR RI, telah beberapa kali memberikan peringatan kepada menteri dan presiden untuk memaksimalkan pekerjaan yang telah diberikan kewenangan. Diakuinya pembangunan rel kereta api ini telah beberapa kali tertunda. Sehingga presiden langsung memerintahkan seluruh staffnya untuk mengawasi secara langsung.
Baca Juga: 55 Bidang Tanah di Maros Dibayarkan untuk Rel Kereta Api Sulsel
"Jadi wadahnya ini bukan lagi ada DPR saja, tapi presiden sendiri sudah memerintahkan seluruh jajarannya untuk turun ke lapangan dan memaksimalkan pekerjaannya. Jangan sampai ini terus tertunda pengerjaan dan pembangunannya," katanya.
Lihat Juga :