Peringati World Press Freedom Day, FJK: Stop Kekerasan terhadap Jurnalis
Jum'at, 07 Mei 2021 - 02:10 WIB
loading...
Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Kendari (FJK) memperingati World Press Freedom Day dengan melakukan aksi damai di kawasan traffic light eks MTQ Kendari, Kamis (6/5) petang. Foto: iNews/Asdar Zula
A
A
A
KENDARI - Kekerasan terus menimpa jurnalis , proses hukumnya tak pernah berujung. Persoalan itu menjadi momok bagi masa depan jurnalistik di negeri ini.
Karena itu, pada momen peringatan World Press Freedom Day , puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Kendari (FJK) melakukan aksi damai di kawasan traffic light eks MTQ Kendari, Kamis (6/5) petang. Mereka menyuarakan agar kekerasan terhadap jurnalis dihentikan.
Ketua AJI Kendari Rosniawati Fikri mengatakan, pelaku kekerasan selama ini masih didominasi oleh oknum aparat kepolisian. “Usut tuntas dan adili pelaku kekerasan terhadap jurnalis, sesuai regulasi yang tersedia. Siapapun pelakunya, apapun bentuk kekerasannya, harus diproses secara hukum,” tegasnya.
Baca juga: Ketua MPR Minta Pemerintah Tingkatkan Perlindungan Pers
FJK tersebut digagas AJI Kendari, IJTI Sultra dan PWI Sultra, mereka turun ke jalan dan merefleksi potret buram kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis selama beberapa tahun terakhir di Sultra. Sepanjang tahun 2017-2021, setidaknya 28 kasus tentang wartawan yang mendapat teror, intimidasi, perampasan alat perkam, penghapusan file liputan dan bentuk kekerasan lainnya saat menjalankan tugas.
Karena itu, pada momen peringatan World Press Freedom Day , puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Kendari (FJK) melakukan aksi damai di kawasan traffic light eks MTQ Kendari, Kamis (6/5) petang. Mereka menyuarakan agar kekerasan terhadap jurnalis dihentikan.
Ketua AJI Kendari Rosniawati Fikri mengatakan, pelaku kekerasan selama ini masih didominasi oleh oknum aparat kepolisian. “Usut tuntas dan adili pelaku kekerasan terhadap jurnalis, sesuai regulasi yang tersedia. Siapapun pelakunya, apapun bentuk kekerasannya, harus diproses secara hukum,” tegasnya.
Baca juga: Ketua MPR Minta Pemerintah Tingkatkan Perlindungan Pers
FJK tersebut digagas AJI Kendari, IJTI Sultra dan PWI Sultra, mereka turun ke jalan dan merefleksi potret buram kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis selama beberapa tahun terakhir di Sultra. Sepanjang tahun 2017-2021, setidaknya 28 kasus tentang wartawan yang mendapat teror, intimidasi, perampasan alat perkam, penghapusan file liputan dan bentuk kekerasan lainnya saat menjalankan tugas.
Lihat Juga :