Masyarakat Rante Balla Luwu Tagih Ganti Rugi Lahan PT Masmindo Dwi Area
Kamis, 06 Mei 2021 - 13:00 WIB
loading...
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (tengah) saat bertemu tokoh Kabupaten Luwu di Makassar, Selasa 27 April lalu. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Rante Balla-Tana Luwu, Ishak G Pagalla menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pengelolaan lahan tambang emas oleh PT Masmindo Dwi Area , ke Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Selasa 27 April 2021 lalu.
Dalam pertemuanitu, Ishak menyampaikan kepada Plt Gubernur Sulsel bahwa masyarakat sampai saat ini belum merasakan manfaat atas hadirnya PT Masmindo di Desa Rante Balla,Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulsel.
Baca juga:Basmin Mattayang Akan Teken Kerja Sama Senilai Rp9 M dengan Masmindo
Menurutnya, Desa Rante Balla saat ini masih berada dalam kategori desa tertinggal, padahal di sana telah berdiri perusahaan tambang emas berskala internasional.
Ishak menjelaskan, hingga saat ini warga Desa Rante Balla belum mendapatkan kompensasi atas pembebasan lahan yang selama ini digunakan PT Masmindo Dwi Area .
“Ini cukup membingungkan masyarakat dan menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Rante Balla. Padahal kehadiran PT Masmindo Dwi Area seharusnya memberikan dampak yang berarti bagi kehidupan masyarakat di atas," kata Ishak, dalam siaran persyang diterimaSINDOnews.
Sorotan yang ditujukan kepada PT Masmindo Dwi Area juga datang dari Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKL Raya), Buhari Kahar Muzakkar.
Baca juga:Tak Penuhi Tuntutan, PT Masmindo Diminta Tak Beroperasi di Luwu
Buhari mempertanyakan status kegiatan PT Masmindo di Luwu. “Masa puluhan tahun hanya eksplorasi atau pengujian saja, ini sama saja membodohi masyarakat dan Pemkab Luwu,” ujar Buhari yang juga mantan anggota DPRD Sulsel.
Buhari pun meminta ketegasan Bupati Luwu, Basmin Mattayang dan anggota DPRD untuk bersikap tegas terhadap PT Masmindo . Menurut Buhari, jika memang ke depannya tidak ada kejelasan, aktivitas di sana sebaiknya ditutup.
“Jika tidak kejelasan kapan beroperasi (eksploitasi) sebaiknya ditutup saja. Jangan sampai sudah ada kegiatan produksi di sana (Rante Balla) diam-diam. Nanti hengkang dari Luwu setelah emas habis dikuras baru kita sadar, makanya sudah saatnya ditutup saja,” tandas Buqari.
Buhari juga mengklaim, negara mengalami kerugian pajak akibat ketidakjelasan status PT Masindo terkait operasional tambang emasnya di Rante Balla.
Baca juga:PLN Akan Pasok Listrik 30 MW ke Tambang Emas Masmindo
“Silahkan cek ke instansi terkait adakah kontribusi pajak PT Masmindo ke negara selama 40 tahun eksplorasi di Rante Balla, Latimojong, Luwu,” tegas Buhari.
Plt Gubernur Sulsel , Andi Sudirman Sulaiman mengaku merespons baik aspirasi-aspirasi yang disampaikan tokoh adat, tokoh masyarakat Rante Balla. Ia berjanji akan menindak lanjuti kepada pihak-pihak terkait untuk memperjelas apa yang menjadi aspirasi dan keinginan masyarakat Ranteballa.
Dalam pertemuanitu, Ishak menyampaikan kepada Plt Gubernur Sulsel bahwa masyarakat sampai saat ini belum merasakan manfaat atas hadirnya PT Masmindo di Desa Rante Balla,Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulsel.
Baca juga:Basmin Mattayang Akan Teken Kerja Sama Senilai Rp9 M dengan Masmindo
Menurutnya, Desa Rante Balla saat ini masih berada dalam kategori desa tertinggal, padahal di sana telah berdiri perusahaan tambang emas berskala internasional.
Ishak menjelaskan, hingga saat ini warga Desa Rante Balla belum mendapatkan kompensasi atas pembebasan lahan yang selama ini digunakan PT Masmindo Dwi Area .
“Ini cukup membingungkan masyarakat dan menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Rante Balla. Padahal kehadiran PT Masmindo Dwi Area seharusnya memberikan dampak yang berarti bagi kehidupan masyarakat di atas," kata Ishak, dalam siaran persyang diterimaSINDOnews.
Sorotan yang ditujukan kepada PT Masmindo Dwi Area juga datang dari Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKL Raya), Buhari Kahar Muzakkar.
Baca juga:Tak Penuhi Tuntutan, PT Masmindo Diminta Tak Beroperasi di Luwu
Buhari mempertanyakan status kegiatan PT Masmindo di Luwu. “Masa puluhan tahun hanya eksplorasi atau pengujian saja, ini sama saja membodohi masyarakat dan Pemkab Luwu,” ujar Buhari yang juga mantan anggota DPRD Sulsel.
Buhari pun meminta ketegasan Bupati Luwu, Basmin Mattayang dan anggota DPRD untuk bersikap tegas terhadap PT Masmindo . Menurut Buhari, jika memang ke depannya tidak ada kejelasan, aktivitas di sana sebaiknya ditutup.
“Jika tidak kejelasan kapan beroperasi (eksploitasi) sebaiknya ditutup saja. Jangan sampai sudah ada kegiatan produksi di sana (Rante Balla) diam-diam. Nanti hengkang dari Luwu setelah emas habis dikuras baru kita sadar, makanya sudah saatnya ditutup saja,” tandas Buqari.
Buhari juga mengklaim, negara mengalami kerugian pajak akibat ketidakjelasan status PT Masindo terkait operasional tambang emasnya di Rante Balla.
Baca juga:PLN Akan Pasok Listrik 30 MW ke Tambang Emas Masmindo
“Silahkan cek ke instansi terkait adakah kontribusi pajak PT Masmindo ke negara selama 40 tahun eksplorasi di Rante Balla, Latimojong, Luwu,” tegas Buhari.
Plt Gubernur Sulsel , Andi Sudirman Sulaiman mengaku merespons baik aspirasi-aspirasi yang disampaikan tokoh adat, tokoh masyarakat Rante Balla. Ia berjanji akan menindak lanjuti kepada pihak-pihak terkait untuk memperjelas apa yang menjadi aspirasi dan keinginan masyarakat Ranteballa.
(luq)
Lihat Juga :