Gubernur Negara Republik Federal Papua Barat Provinsi Meepago Nabire Kembali ke NKRI Diikuti Simpatisannya

Rabu, 05 Mei 2021 - 11:57 WIB
loading...
Gubernur Negara Republik...
Gubernur Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Provinsi Meepago Nabire Alex Hamberi bersama simpatisannya menyatakan kembali ke pangkuan NKRI. Foto Satgas Nemangkawi
A A A
NABIRE - Gubernur Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Provinsi Meepago Nabire Alex Hamberi bersama simpatisannya menyatakan kembali ke pangkuan NKRI, Selasa malam (4/5/2021) di para-para Adat Kampung Sima, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, Papua . Bersama 17 orang simpatisan Alex Hamberi menyatakan sikap kembali ke pangkuan NKRI sambil membentangkan Bendera merah Putih.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Suku Sarakwari Yerisiam Agus Rumatrai, Kepala Suku Besar Yerisiam Ayub Kowoy, Kepala Kampung Sima Daniel Iinggeruhi, tokoh agama Pdt Yohanes Rarawi dan ratuan masyarakat Kampung Sima.

Kasat Intelkam Polres Nabire AKP I Made Sudharma mengatakan, sebelumnya Satgas-i Unit Nabire - Paniai bersama Satuan Intelkam Polres Nabire dengan melakukan pendekatan dan penggalangan terhadap kelompok NRFPB yang berada di Kampung Sima.

Baca: 6 Kelompok OPM Akan Ditangkap Hidup-hidup, 2 Diantaranya Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya

Sehingga kelompok tersebut dengan sepenuh hati tanpa ada tekan dan paksaan dari Satgas-i Unit Nabire - Paniai maupun Satuan Intelkam Polres menyatakan sikap untuk berhenti dan keluar dari keanggotaan kelompok NRFPB.

"Kami ingin aktifitas berjalan seperti biasa lagi di kampung ini sehingga tidak ada permusuhan atau pihak-pihak yang mengucilkan rekan atau saudara kita yang telah terlibat organisasi NRFPB untuk itu mari tinggalkan semua permasalahan dan kembali kepada sedia kala. Kami sudah memintai keterangan kepada saudara atau masyarakat kita yang terlibat pada organisasi itu dan Mereka sangat koperatif dan dapat kami simpulkan bahwa saudara kita ini tidak tahu menahu terkait status keanggotaannya di NRFPB hanya diperalat oleh kelompok/organisasi yang bertentangan dengan NKRI," kata AKP I Made Sudharma .

Sementara Kepala Suku Sub Sarakwari Agus Rumaterai meminta bahwa kedepan jangan membuat masalah lagi di tempat ini sehingga kita menanggung resiko akibat dari perbuatan sekelompok orang.

Baca: Dipukul Mundur, 9 Anggota OPM Tertembak dalam Operasi Penegakan Hukum di Ilaga Papua

"Mari kita tinggalkan kegiatan seperti itu, bekerja seperti biasa, sehingga jangan melihat mereka saudara kita yang sebelumnya bergabung di NRFPB dengan mata sebelah, marilah kita bangun komunikasi kembali, mari kita sekolahkan anak-anak kita sampai pintar , kita tidak usah yang aneh-aneh, jangan buat masalah ini dan jangan ada celah, jadikan ini sebagai guru atau pengalaman untuk kedepan lebih baik," kata Agus Rumaterai.

Sementara Kepala Kampung Sima Daniel Enggeruhi menegaskan, ketika ada permasalahan segera informasikan ke Kepala suku atau pihak pemerintah dalam hal ini aparat kampung atau aparat keamananagar dapat sedini mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kita sepakat untuk damai dan tidak ada masalah lagi sehingga mari kita terima kembali mereka sebagai warga kampung sima yang berkewarga negaraan Republik Indonesia," ujarnya.

Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengucapakan syukur dan berterima kasih atas kembalinya Alex Hamberi ke NKRI. "Saya berharap agar diikuti oleh seluruh simpatisan NRFPB," tandasnya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
Berita Terkini
Banjir Tapanuli Utara...
Banjir Tapanuli Utara Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved