PSBB Kota Tegal Berakhir, Awas Serbuan Pemudik Warteg
Jum'at, 22 Mei 2020 - 12:48 WIB
loading...
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal akan berakhir hari ini, Jumat (22/5). Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
TEGAL - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal akan berakhir hari ini, Jumat (22/5). Beredar informasi akan penutupan PSBB Kota Tegal dengan sirine dan pesta kembang api spektakuler di Alun-Alun Tegal. Yang perlu diwaspadai adalah gelombang mudik Lebaran akibat berakhirnya PSBB ini.
“Ini kebijakan dari Pemerintah Kota Tegal, saya rasa sangat riskan karena banyak warga Kota Tegal yang dari luar kota, terutama Warteg dari Jakarta yang pada mudik,” kata seorang tokoh masyarakat Kota Tegal, Gunawan.
“Ini malah dibebaskan dan sangat berbahaya sekali, apalagi sebelah-sebelah Kota Tegal masih zona merah. Wali Kota terlalu berani untuk ini,” tegasnya.
Dia pun menyesalkan bila penutupan PSBB dilakukan dengan pesta kembang api. Selain dikhawatirkan mengundang kerumunan massa, kegiatan itu juga dinilai kurang berempati terhadap tenaga medis maupun daerah lain yang masih menjadi zona merah. (Baca juga: Gelombang Tinggi Hantam Aceh Barat Daya, 38 Rumah Ambruk )
“Ironisnya malah pakai pesta. Pendapat saya tidak etis, tidak menghormati pada paramedis ataupun daerah lain yang masih terkena Covid-19 ini,” lugasnya.
“Ini kebijakan dari Pemerintah Kota Tegal, saya rasa sangat riskan karena banyak warga Kota Tegal yang dari luar kota, terutama Warteg dari Jakarta yang pada mudik,” kata seorang tokoh masyarakat Kota Tegal, Gunawan.
“Ini malah dibebaskan dan sangat berbahaya sekali, apalagi sebelah-sebelah Kota Tegal masih zona merah. Wali Kota terlalu berani untuk ini,” tegasnya.
Dia pun menyesalkan bila penutupan PSBB dilakukan dengan pesta kembang api. Selain dikhawatirkan mengundang kerumunan massa, kegiatan itu juga dinilai kurang berempati terhadap tenaga medis maupun daerah lain yang masih menjadi zona merah. (Baca juga: Gelombang Tinggi Hantam Aceh Barat Daya, 38 Rumah Ambruk )
“Ironisnya malah pakai pesta. Pendapat saya tidak etis, tidak menghormati pada paramedis ataupun daerah lain yang masih terkena Covid-19 ini,” lugasnya.
Lihat Juga :