Bima Arya Heran Masih Banyak yang Terobos Ganjil Genap di Bogor
Minggu, 02 Mei 2021 - 15:22 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memantau penerapan ganjil genap di Kota Bogor. Foto: SINDOnews/Haryudi
A
A
A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku heran masih banyak kendaraan yang memaksakan diri untuk menerobos kebijakan ganjil genap, khususnya saat menjelang buka puasa.
“Ganjil-genap Sabtu Minggu selama dua jam ini target utamanya adalah menyampaikan pesan kepada warga Bogor untuk mengurangi mobilitas. Karena mobilitas tinggilah yang menyebabkan persentase kenaikan kasus Covid-19. Terjadi kerumunan di mal dan di tempat-tempat lain yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” ujar Bima, Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Bima Arya: Ganjil Genap Akhir Pekan sebagai Peringatan Awal
Menurut dia, macet yang terjadi di beberapa titik merupakan hal wajar. Artinya masih banyak warga yang tetap melakukan mobilitas. Jadi, pesan Bima kepada seluruh warga kalau tidak mau terjebak macet kurangi mobilitas.
“Ini adalah prakondisi. Menyampaikan peringatan kepada warga agar ke depan tetap dikurangi mobilitas terutama nanti libur hari raya. Weekend minggu depan dan minggu depannya lagi tetap kita akan perketat,” katanya.
Pihaknya juga akan menerapkan pengetatan terkait larangan mudik 6-17 Mei 2021. “Ada penyekatan-penyekatan di titik-titik batas kota. Sekarang prakondisi menuju ke sana, hanya di pusat kota (ganjil genap). Tapi ini prakondisi menyampaikan pesan peringatan awal kepada semuanya,” ujar Bima.
“Ganjil-genap Sabtu Minggu selama dua jam ini target utamanya adalah menyampaikan pesan kepada warga Bogor untuk mengurangi mobilitas. Karena mobilitas tinggilah yang menyebabkan persentase kenaikan kasus Covid-19. Terjadi kerumunan di mal dan di tempat-tempat lain yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” ujar Bima, Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Bima Arya: Ganjil Genap Akhir Pekan sebagai Peringatan Awal
Menurut dia, macet yang terjadi di beberapa titik merupakan hal wajar. Artinya masih banyak warga yang tetap melakukan mobilitas. Jadi, pesan Bima kepada seluruh warga kalau tidak mau terjebak macet kurangi mobilitas.
“Ini adalah prakondisi. Menyampaikan peringatan kepada warga agar ke depan tetap dikurangi mobilitas terutama nanti libur hari raya. Weekend minggu depan dan minggu depannya lagi tetap kita akan perketat,” katanya.
Pihaknya juga akan menerapkan pengetatan terkait larangan mudik 6-17 Mei 2021. “Ada penyekatan-penyekatan di titik-titik batas kota. Sekarang prakondisi menuju ke sana, hanya di pusat kota (ganjil genap). Tapi ini prakondisi menyampaikan pesan peringatan awal kepada semuanya,” ujar Bima.
Lihat Juga :