Edan! Dana Bansos di Pekalongan Nyasar ke Pengusaha Batik

Jum'at, 22 Mei 2020 - 09:29 WIB
loading...
Edan! Dana Bansos di...
Dana bantuan sosial (Bansos) di Pekalongan, Jawa Tengah, menyasar pengusaha dan ketua Kadin. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
A A A
PEKALONGAN - Bantuan sosial (Bansos) yang disalurkan oleh pemerintah, untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19, belum didukung dengan kuatnya data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

(Baca juga: 4 Hari PSBB, Pasien Positif COVID-19 Kota Malang Bertambah )

Buktinya, di Pekalongan, Jawa Tengah, bansos senilai Rp600 ribu/bulan tersebut, malah menyasar orang kaya. Salah satu penerima bansos tersebut adalah Nanggola Madji, ketua Kadin Kota Pekalongan, dan juga pengusaha tekstil batik.

Dia mengaku tiba-tiba mendapat undangan pengambilan dana bansos di kantor pos senilai Rp600 ribu. Lebih gilanya, dia juga tercatat sebagai penerima bansos dari Provinsi Jawa Tengah, dalam bentuk sembako yang bisa ditukar di e-warung senilai Rp200 ribu/bulan selama sembilan bulan.

"Saya sangat kaget tiba-tiba menerima undangan pengambilan uang bansos Rp600 ribu di kantor pos. Bahkan saya dapat bansos lagi, yaitu Provinsi Jawa Tengah, dalam bentuk sembako yang bisa ditukar di e-warung senilai Rp200 ribu/bulan selama sembilan bulan," ujar Nanggolo Madji, Jumat (22/5/2020)

Dia sudah melaporkan ke RT dan RW juga kelurahan setempat, terkait kesalahan data tersebut. "Saya sudah melaporkan kejadian ini, dan juga tidak akan mengambil dana yang diperuntukan bagi warga miskin. Kami meminta agar dana tersebut bisa dialihkan ke warga lain yang membutuhan atau kurang mampu," jelasnya .

Disebutkan, bukan hanya dirinya saja yang salah sasaran menerima bansos. Ada beberapa orang kaya yang justru mendapat dana bansos. Dari data RT dan RW setempat, ada beberapa nama yang hidupnya berkecukupan, malah menerima bantuan, mereka adalah direktur koperasi cukup besar, pensiunan pns, asn aktif, dan masih ada banyak yang salah sasaran.

Dia yang tinggal di kompleks perumahan mewah ini, tidak tahu kapan pendataan dilakukan sehingga bisa salah sasaran seperti ini. "Kami harapkan agar pemerintah benar-benar bisa menyaring data sehingga tidak salah sasaran," jelasnya.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Mahfudz menyebutkan, data penerima bansos memang masih banyak yang salah dan ganda. "Kami akui data banyak yang salah, semua data dari pusat sehingga kami harus menyaring lagi. Untuk yang salah sasaran yaitu orang mampu mendapat dana, kami minta untuk legowo dan bisa dialihkan ke yang lain," jelasnya.

Sementara itu, pembagian bansos hingga kini masih terus dilakukan ke ribuan warga di Kota Pekalongan. Penyaluran dilakukan dari kantor pos, dan juga melalui sejumlah bank. Warga tetap berkerumun di sejumlah lokasi penyaluran tersebut, meski sudah ada peringatan agar jaga jarak dan pakai masker.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
Gandeng Pengusaha Lokal,...
Gandeng Pengusaha Lokal, Hive Five Segera Ekspansi ke Bangka Belitung
Pengusaha Ini Bagikan...
Pengusaha Ini Bagikan Filosofi Kepemimpinan dalam Bukunya Keduanya
Inilah Desain Masjid...
Inilah Desain Masjid yang Dibangun Bos HS Muhammad Suryo di TKP Kecelakaan Isterinya
Pengusaha Tenda Hajatan...
Pengusaha Tenda Hajatan di Bekasi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
Prosesi Militer Iringi...
Prosesi Militer Iringi Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata
Kemensos Tindak Lanjuti...
Kemensos Tindak Lanjuti Temuan BPK atas 1.747 Pendamping PKH, Rp7,9 Miliar Harus Dikembalikan ke Negara
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Rekomendasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
Strategi Tepat Mengelola...
Strategi Tepat Mengelola Pemesanan Tiket Pesawat Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved