Mudik Dari Luar Negeri, 15 TKI Asal Madiun Langsung Diisolasi di Sanggar Pramuka
Minggu, 02 Mei 2021 - 10:04 WIB
loading...
Sebanyak 15 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Madiun yang bekerja di berbagai negara, tiba di Kabupaten Madiun, untuk merayakan lebaran di kampung halaman. Foto/iNews TV/Arif Wahyu Efendi
A
A
A
MADIUN - Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Madiun, yang mudik untuk merayakan lebaran di kampung halamannya, langsung menjalani karantina di Sanggar Pramuka Kecamatan Jiwan, untuk mencegah penularan COVID-19 .
Baca juga: Ada Larangan Mudik Lebaran, Jalur Selatan Tasikmalaya Dipadati Pemudik
Kepulangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari berbagai negara ini, langsung dijemput oleh Pemkab Madiun, dari Asrama Haji Surabaya. Total ada sebanyak 15 warga Madiun, yang pulang dari luar negeri dan telah dijemput Pemkab Madiun.
Penjemputan para pekerja migran ini dilakukan Pemkab Madiun, dengan menggunakan bus. Mereka langsung menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk tes swab di Bandara Internasional Juanda, dan Asrama Haji Surabaya.
Baca juga: Cianjur Gempar, Tak Terima Diputus Cintanya Seorang Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup
Kepulangan pekerja migran ini, tidak dapat dicegah karena rata-rata mereka telah habis masa kontrak kerja dari negara tempat mereka bekerja seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, dan Hongkong. Mereka akan kembali menetap di kampung halaman masing-masing.
Putri YS, salah satu PMI asal Kabupaten Madiun, mengaku sudah 15 tahun bekerja di Singapura, dan pulang ke kampung halaman karena sudah selesai kontrak kerjanya. "Saya di swab sebanyak tiga kali, saat di Singapura, lalu di Bandara Juanda, dan di Asrama Haji," tuturnya.
![Mudik Dari Luar Negeri, 15 TKI Asal Madiun Langsung Diisolasi di Sanggar Pramuka]()
Hal senada juga diungkapkan oleh Harti, PMI asal Kabupaten Madiun yang bekerja di Hongkong tersebut, telah di swab sejak keberangkatannya dari Hongkong. "Saat tiba di Surabaya, kami juga langsung di swab," ungkapnya.
Setibanya di Kabupaten Madiun, mereka juga akan kembali menjalani karantina khusus selama tiga hari ke depan di tempat karantina yang berada di Sanggar Pramuka Kecamatan Jiwan.
Baca juga: Takjil Maut Bersianida Tewaskan Anak 9 Tahun, Diduga Melibatkan Anggota Polisi
Camat Jiwan, Widada mengatakan, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Madiun, telah menyiapkan berbagai kebutuhan selama proses karantina , termasuk tim kesehatan yang akan terus memantau kesehatan para pekerja migran.
"Nanti, pada hari ketiga para pekerja migran ini juga akan kembali menjalani karantina dan pemeriksaan di desa atau kelurahan masing-masing, sesuai kebijakan PPKM Mikro yang berlaku. Setelah selesai, baru akan kembali ke rumah atau keluarga masing-masing," tegasnya.
Baca juga: Ada Larangan Mudik Lebaran, Jalur Selatan Tasikmalaya Dipadati Pemudik
Kepulangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari berbagai negara ini, langsung dijemput oleh Pemkab Madiun, dari Asrama Haji Surabaya. Total ada sebanyak 15 warga Madiun, yang pulang dari luar negeri dan telah dijemput Pemkab Madiun.
Penjemputan para pekerja migran ini dilakukan Pemkab Madiun, dengan menggunakan bus. Mereka langsung menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk tes swab di Bandara Internasional Juanda, dan Asrama Haji Surabaya.
Baca juga: Cianjur Gempar, Tak Terima Diputus Cintanya Seorang Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup
Kepulangan pekerja migran ini, tidak dapat dicegah karena rata-rata mereka telah habis masa kontrak kerja dari negara tempat mereka bekerja seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam, dan Hongkong. Mereka akan kembali menetap di kampung halaman masing-masing.
Putri YS, salah satu PMI asal Kabupaten Madiun, mengaku sudah 15 tahun bekerja di Singapura, dan pulang ke kampung halaman karena sudah selesai kontrak kerjanya. "Saya di swab sebanyak tiga kali, saat di Singapura, lalu di Bandara Juanda, dan di Asrama Haji," tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Harti, PMI asal Kabupaten Madiun yang bekerja di Hongkong tersebut, telah di swab sejak keberangkatannya dari Hongkong. "Saat tiba di Surabaya, kami juga langsung di swab," ungkapnya.
Setibanya di Kabupaten Madiun, mereka juga akan kembali menjalani karantina khusus selama tiga hari ke depan di tempat karantina yang berada di Sanggar Pramuka Kecamatan Jiwan.
Baca juga: Takjil Maut Bersianida Tewaskan Anak 9 Tahun, Diduga Melibatkan Anggota Polisi
Camat Jiwan, Widada mengatakan, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Madiun, telah menyiapkan berbagai kebutuhan selama proses karantina , termasuk tim kesehatan yang akan terus memantau kesehatan para pekerja migran.
"Nanti, pada hari ketiga para pekerja migran ini juga akan kembali menjalani karantina dan pemeriksaan di desa atau kelurahan masing-masing, sesuai kebijakan PPKM Mikro yang berlaku. Setelah selesai, baru akan kembali ke rumah atau keluarga masing-masing," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :