Ridwan Kamil Dorong BKKBN Jabar Wujudkan Keharmonisan Keluarga
Jum'at, 30 April 2021 - 17:31 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengukuhkan Wahidin sebagai Kepala BKKBN Provinsi Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4/2021). Foto/Humas Jabar
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengukuhkan Wahidin sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (30/4/2021).
Baca juga: Ridwan Kamil Tunaikan Zakat Mal Lewat Baznas Jabar
Ridwan Kamil mengatakan, secara kewilayahan, BKKBN Jabar berada dalam koordinasi Pemda Provinsi Jabar. Oleh karenanya, dia mendorong BKKBN Jabar berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar untuk menyelesaikan permasalahan kependudukan dan keluarga berencana di Jabar.
Baca juga: Puji Gerakan Sejuta Tes Antigen, Ridwan Kamil Kembali Ingatkan Tsunami COVID-19 India
"Mohon untuk gaspol saja karena ini cuma seremoni, langsung ngabret saja apa yang tadi saya titipkan," katanya.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, saat ini, angka kelahiran di Jabar masih tinggi, yaitu 2,5 persen. Sementara jumlah penduduk Jabar juga tertinggi di Indonesia. Situasi tersebut dinilainya berpotensi menimbulkan over populasi.
Baca juga: Ridwan Kamil Tunaikan Zakat Mal Lewat Baznas Jabar
Ridwan Kamil mengatakan, secara kewilayahan, BKKBN Jabar berada dalam koordinasi Pemda Provinsi Jabar. Oleh karenanya, dia mendorong BKKBN Jabar berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar untuk menyelesaikan permasalahan kependudukan dan keluarga berencana di Jabar.
Baca juga: Puji Gerakan Sejuta Tes Antigen, Ridwan Kamil Kembali Ingatkan Tsunami COVID-19 India
"Mohon untuk gaspol saja karena ini cuma seremoni, langsung ngabret saja apa yang tadi saya titipkan," katanya.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, saat ini, angka kelahiran di Jabar masih tinggi, yaitu 2,5 persen. Sementara jumlah penduduk Jabar juga tertinggi di Indonesia. Situasi tersebut dinilainya berpotensi menimbulkan over populasi.
Lihat Juga :