Pemkot Larang Mudik Keluar Masuk Bogor, RW Siaga Diminta Antisipasi
Jum'at, 22 Mei 2020 - 04:34 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto/Haryudi/SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau dua titik RW Siaga di kawasan Tanah Sareal dan Bogor Barat. Peninjauan ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan wilayah dalam mengantisipasi arus mudik ke Kota Bogor.
"Saya mengecek bagaimana di wilayah, terutama di RT/RW, bisa mengantisipasi arus mudik. Kebijakan Pemkot melarang mudik keluar dan masuk. Tetapi kalaupun ada yang bandel dan nakal kita harus bisa mengantisipasinya," ungkap Bima Arya di Bogor, Kamis 21 Mei 2020.
Dia mencontohkan di RW 3, Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, pemuda setempat secara gotong royong menerapkan RW Siaga dengan sistem piket sebanyak 10 orang per harinya. "Mereka punya satu sistem di mana kalau nekat mudik harus mengisi formulir kemudian ada sistem isolasi 14 hari," jelasnya.
Selain itu, warga di sini bahu membahu menyediakan dapur umum untuk memproduksi makanan siap santap kemudian dibagikan kepada keluarga kurang mampu terdampak Covid-19. (Baca juga: Sempat Dikarantina di Asrama Haji, 18 WNI Dipulangkan ke Kampung Halaman )
Bima Arya kemudian meluncur ke RW Siaga di RW 08 Kompleks Pertanian, Menteng, Bogor Barat. "Di sini juga sistemnya bagus, warga menerapkan sistem pintu keluar masuk area satu pintu. Pintu lain ditutup. Bahkan RW 08 ini memiliki ruangan khusus isolasi. Jadi, bagi yang nakal, saudaranya di bawa ke sini harus isolasi di situ (balai RW) selama 14 hari," terang dia.
"Saya mengecek bagaimana di wilayah, terutama di RT/RW, bisa mengantisipasi arus mudik. Kebijakan Pemkot melarang mudik keluar dan masuk. Tetapi kalaupun ada yang bandel dan nakal kita harus bisa mengantisipasinya," ungkap Bima Arya di Bogor, Kamis 21 Mei 2020.
Dia mencontohkan di RW 3, Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, pemuda setempat secara gotong royong menerapkan RW Siaga dengan sistem piket sebanyak 10 orang per harinya. "Mereka punya satu sistem di mana kalau nekat mudik harus mengisi formulir kemudian ada sistem isolasi 14 hari," jelasnya.
Selain itu, warga di sini bahu membahu menyediakan dapur umum untuk memproduksi makanan siap santap kemudian dibagikan kepada keluarga kurang mampu terdampak Covid-19. (Baca juga: Sempat Dikarantina di Asrama Haji, 18 WNI Dipulangkan ke Kampung Halaman )
Bima Arya kemudian meluncur ke RW Siaga di RW 08 Kompleks Pertanian, Menteng, Bogor Barat. "Di sini juga sistemnya bagus, warga menerapkan sistem pintu keluar masuk area satu pintu. Pintu lain ditutup. Bahkan RW 08 ini memiliki ruangan khusus isolasi. Jadi, bagi yang nakal, saudaranya di bawa ke sini harus isolasi di situ (balai RW) selama 14 hari," terang dia.
Lihat Juga :