Wabup Takalar Minta Pembayaran Lahan Pamukkulu Dipercepat
Kamis, 21 Mei 2020 - 19:24 WIB
loading...
Wakil Bupati Takalar Achmad Daeng Sere meminta agar pembayaran lahan masyarakat di lokasi Bendungan Pammukkulu dipercepat. Foto : SINDOnews/Ilustrasi.
A
A
A
TAKALAR - Pemancangan Batas Sementara dan Identifikasi hak-hak pihak ketiga Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) kelompok Hutan Komara akan segera dilakukan setelah lebaran. Pemancangan itu akan dilakukan di sekitar lokasi program strategis Nasional Bendungan Pammukkulu.
Baca : Perkuat Ekonomi Lokal Lewat UMKM, Ini Dilakukan Dekranasda Takalar
Wakil Bupati Takalar Achmad Daeng Se're mendukung rencana pemancangan trayek batas tersebut. Meski demikian, orang nomor dua Pemkab Takalar ini juga meminta agar pembayaran lahan masyarakat di lokasi Bendungan Pammukkulu dipercepat.
"Kami dari Tim Kabupaten akan siap mendukung kegiatan pemancangan trayek batas setelah lebaran," katanya kepada wartawan, Kamis (21/05/2020).
Haji Dede, sapaan, juga menyarankan agar kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang untuk dapat mengajak Gubernur atau Wakil Gubernur Sulsel berkunjung langsung bersama ke Lokasi Bendungan Pammukkulu.
Sementara itu, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah VII Makassar Hariani Samal mengatakan, pemasangan pancang ini dilakukan pada bagian paling luar, dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya masyarakat yang komplain terkait pemasangan pancang.
Hariani mengatakan, setelah dilakukan rapat trayek batas di lokasi bendungan Pammukkulu dan dihasilkan kesepakatan bahwa tim segera diturunkan, pada awal bulan Maret dilakukan pemancangan sementara.
Baca : Perkuat Ekonomi Lokal Lewat UMKM, Ini Dilakukan Dekranasda Takalar
Wakil Bupati Takalar Achmad Daeng Se're mendukung rencana pemancangan trayek batas tersebut. Meski demikian, orang nomor dua Pemkab Takalar ini juga meminta agar pembayaran lahan masyarakat di lokasi Bendungan Pammukkulu dipercepat.
"Kami dari Tim Kabupaten akan siap mendukung kegiatan pemancangan trayek batas setelah lebaran," katanya kepada wartawan, Kamis (21/05/2020).
Haji Dede, sapaan, juga menyarankan agar kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang untuk dapat mengajak Gubernur atau Wakil Gubernur Sulsel berkunjung langsung bersama ke Lokasi Bendungan Pammukkulu.
Sementara itu, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah VII Makassar Hariani Samal mengatakan, pemasangan pancang ini dilakukan pada bagian paling luar, dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya masyarakat yang komplain terkait pemasangan pancang.
Hariani mengatakan, setelah dilakukan rapat trayek batas di lokasi bendungan Pammukkulu dan dihasilkan kesepakatan bahwa tim segera diturunkan, pada awal bulan Maret dilakukan pemancangan sementara.
Lihat Juga :