Dituding Tipu Calon Pekerja Migran, Begini Reaksi PT Savannah Agency

Kamis, 22 April 2021 - 08:30 WIB
loading...
Dituding Tipu Calon...
PT Savannah Agency Indonesia (SAI). Foto: Ist
A A A
JAKARTA - PT Savannah Agency Indonesia (SAI) menjawab tudingan dugaan penipuan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan penggerebekan yang dilakukan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), beberapa waktu lalu.

BP2MI menggerebek tempat yang diduga penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. BP2MI berhasil mengamankan 28 orang yang diduga calon pekerja migran yang ditampung PT Savannah Agency Indonesia (SAI). Dua lokasi penggerebekan di Harmoni, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
Baca juga: Kasus Penipuan Calon Pekerja Migran, Kepala BP2MI Lapor Bareskrim

Melalui kuasa hukumnya Fidel Angwarmasse mengatakan, sangat menyayangkan sikap BP2MI yang menggerebek tanpa memberitahukan terdahulu kepada pihak pengelola dan juga PT SAI.

"Kenapa tidak memberitahukan terlebih dahulu, minimal ke pengelola apartemen," ujar Fidel, Kamis (22/4/2021).

Saat menggerebek, oknum petugas juga menggeledah kamar pribadi Ninna Alexandria selaku pemimpin perusahaan PT Savannah Agency Indonesia. "Yang pada saat itu sedang tidak berada di kamarnya. Surat penggeledahan juga enggak ada," ucapnya.

Menurut Fidel, perusahaan mereka tidak seperti penampungan TKI. Dua apartemen itu adalah mess singgah atau penginapan yang disiapkan kepada para pekerja dari luar kota.

"Selama di Jakarta kan mereka itu kursus dan ikut pendidikan lainnya. Jadi klien kami itu hanya mempersiapkan mereka untuk bisa siap terjun ke dunia kerja. Kalaupun ada yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja di sana itu mereka berangkat secara mandiri bukan perusahaan PT Savannah yang memberangkatkan," jelasnya.
Baca juga: Pekerja Migran Tunggu Kepastian, Pemerintah Perlu Ambil Langkah Efektif

PT SAI menilai penggerebekan itu telah menyalahi prosedur yang ada. Sebab, setelah dibawa ke balai karantina BP2MI, para anak didik dari PT SAI diperlakukan seperti sedang berada di penjara.

"Padahal mereka itu enggak merasa dirugikan, enggak ada yang ditelantarkan. Justru setelah dibawa oleh BP2MI, mereka itu diperlakukan seperti narapidana, enggak diizinkan untuk keluar. Bahkan, mereka itu sudah mau pulang, tapi ditahan oleh BP2MI," ujar Fidel.

"Jadi penggerebekan itu jauh dari prosedur yang sebenarnya. Anak-anak didik itu malah dipaksa untuk melaporkan perusahaan klien kami. BP2MI ini sudah bertingkah seperti penyidik dan ada unsur pencemaran nama baik terhadap klien kami," sambungnya.

Padahal, sehari setelah penggerebekan, PT SAI langsung mendatangi BP2MI untuk berdialog. Namun, oleh BP2MI menolak dengan alasan yang tidak jelas.

Karena sikap BP2MI, PT SAI akan mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan persoalan ini. Salah satunya melapor ke Ombudsman.

"Setelah itu baru ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan pencemaran nama baik klien kami. Kami kooperatif kok sehari setelah penggerebekan itu, saya bersama klien saya langsung datang untuk bertemu pimpinan BP2MI tapi ditolak. Kami terbuka untuk menerima saran dari BP2MI, tapi jangan seperti ini caranya," ujar Fidel.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Praz Teguh Tegaskan...
Praz Teguh Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Hanania Group, Hanya Uang Saku Umroh
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Rekomendasi
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved