Bang Pi'ie Jawara Senen yang Menolak Diangkat Menjadi Komandan Cakrabirawa
Kamis, 22 April 2021 - 05:35 WIB
loading...
A
A
A
Setelah penyerahan kedaulatan pada awal 1950 karena banyak anggotanya yang tidak mendapat tempat di TNI, Bang Pi'ie menghimpun para pejuang kemerdekaan itu dalam organisasi Cobra. Pada masa itu, Bang Pi'ie yang berpangkat kapten merupakan perwira yang diperbantukan di Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya (KMKBDR).
Di organisasi Cobra, Bang Pi'ie mendidik anggotanya dengan disiplin. Anggota yang melakukan kejahatan akan ditindak tegas, dengan terlebih dulu menanyakan alasan berbuat kejahatan. Baca: Jejak Batavia Noord, Stasiun Pertama dan Tertua Cikal Bakal Pengembangan Jalur KRL Jakarta-Bogor
Jika alasan anggotanya melakukan kejahatan karena tidak memiliki pekerjaan dan modal, maka Bang Pi'ie pun memberikan modal usaha. Untuk itu, Bang Pi'ie tak segan-segan meminta bantuan tauke China. Namun, bila anggota tersebut sudah mendapat bantuan modal kembali melakukan kejahatan, Bang Pi'ie akan memberikan hukuman.
![Bang Pi'ie Jawara Senen yang Menolak Diangkat Menjadi Komandan Cakrabirawa]()
Keberhasilan Cobra membantu aparat keamanan mengamankan Jakarta, tak lepas dari pendekatan Bang Pi'ie, terutama kedekatannya dengan ulama, yang pada kala itu tokoh yang disegani di Betawi. Adanya foto Bang Pi'ie biasanya merupakan jaminan toko tersebut tidak ada yang berani mengganggu.
Tugas berat Bang Pi’iie adalah menumpas kejahatan di Jakarta yang kala itu rawan, negara dalam keadaan darurat perang (SOB). Para preman di Jakarta pada masa itu benar-benar tidak berkutik dengan keberadaan organisasi Cobra. Seperti seorang yang kehilangan atau kecopetan di suatu tempat, dia dapat mengadukan ke tokoh masyarakat setempat. Lebih-lebih terhadap para ulamanya.
Di organisasi Cobra, Bang Pi'ie mendidik anggotanya dengan disiplin. Anggota yang melakukan kejahatan akan ditindak tegas, dengan terlebih dulu menanyakan alasan berbuat kejahatan. Baca: Jejak Batavia Noord, Stasiun Pertama dan Tertua Cikal Bakal Pengembangan Jalur KRL Jakarta-Bogor
Jika alasan anggotanya melakukan kejahatan karena tidak memiliki pekerjaan dan modal, maka Bang Pi'ie pun memberikan modal usaha. Untuk itu, Bang Pi'ie tak segan-segan meminta bantuan tauke China. Namun, bila anggota tersebut sudah mendapat bantuan modal kembali melakukan kejahatan, Bang Pi'ie akan memberikan hukuman.

Keberhasilan Cobra membantu aparat keamanan mengamankan Jakarta, tak lepas dari pendekatan Bang Pi'ie, terutama kedekatannya dengan ulama, yang pada kala itu tokoh yang disegani di Betawi. Adanya foto Bang Pi'ie biasanya merupakan jaminan toko tersebut tidak ada yang berani mengganggu.
Tugas berat Bang Pi’iie adalah menumpas kejahatan di Jakarta yang kala itu rawan, negara dalam keadaan darurat perang (SOB). Para preman di Jakarta pada masa itu benar-benar tidak berkutik dengan keberadaan organisasi Cobra. Seperti seorang yang kehilangan atau kecopetan di suatu tempat, dia dapat mengadukan ke tokoh masyarakat setempat. Lebih-lebih terhadap para ulamanya.
Lihat Juga :