UMKM Bisa Bangkitkan Sektor Pariwisata di Tanah Air

Selasa, 20 April 2021 - 04:54 WIB
loading...
UMKM Bisa Bangkitkan...
Diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk Saatnya UMKM Bangkit Mendukung Pariwisata, Senin (19/4) di Jakarta. Foto istimewa
A A A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 berdampak ke seluruh sektor kehidupan di Tanah Air. Sektor pariwisata, yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, salah satu yang paling merasakan dampak pandemi karena kurangnya mobilitas wisatawan ke destiasi wisata.Jawa Barat, Bali, Lombok dan Indonesia bagian Timur beberapa contoh yang mengeluh karena sektor pariwisata mengalami penurunan terutama ketika diberlakukannya kebijakan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro.

Dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Saatnya UMKM Bangkit MendukungPariwisata", Senin (19/4) di Jakarta, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengakui, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan (resiliensi) saat ini."UMKM Indonesia memiliki resiliensi yang luar biasa. UMKM punya daya tahan yangluar biasa dan bisa menyelamatkan perekonomian nasional," ujar Menteri Teten Masduki. Baca juga: Tulis I Love You di Kaca, Begini Romantisnya Ridwan Kamil ke Istri yang Lagi Isolasi Mandiri

Hal itu, lanjutnya, dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis tahun 2020 bahwadari total jumlah 64 juta pelaku UMKM, memang terdapat 500 ribu yang usahanya dipaksa tutup. Sedangkan, sekitar 30 juta pelaku UMKM dalam negeri pun mengalami penurunan omset yang signifan. "Survei BPS antara 48 persen memang omsetnya turun akibat adanya pandemi," tuturnya.

Karena itu, menurutnya, untuk saat ini UMKM dalam negeri melakukan serangkaian adaptasi dalam menghadapi dampak COVID-19 yang masih melanda dunia termasuk Indonesia. Dengan cara melakukan perubahan pada produknya. Misal ada yang dari semula membuat pakaian untuk pesta, saat ini bisa disesuaikan membuat pakaian rumah.

Hal ini juga tak terlepas dari dukungan pemerintah mulai dari program restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi listrik, hibah modal kerja. Dari catatan Bappenas UMKM berhasil melakukan adaptasi dengan situasi baru. “Dengan daya beli masyarakat yang terbatas, pelaku beradaptasi mengubah produknya misalnya homecare, makanan, kesehatan. Kemampuan adaptasi ini yang luar biasa,” kata Menteri Teten.

Dengan melakukan langkah tersebut, katanya, produk yang dihasilkan dapat disesuaikan pada kondisi yang tengah dihadapi oleh masyarakat. Potensinya, produk tersebut akan dilirik oleh masyarakat di tengah pandemi seperti ini. "Mengubah produknya yang tadinya jualan batik untuk ke pesta sekarang pelaku UMKM memproduksi pakaian rumahan saja," katanya. Baca juga: Setahun Pandemi COVID-19, Begini Kondisi Atlantis Ancol

Pelaku UMKM juga secara masif beradaptasi, beralih ke digital dalam setiap kegiatan dagangnya. Artinya, aktivitas perdagangan yang dilakukannya saat ini dengan memanfaatkan ruang digital, tidak hanya mengandalkan medium konvensional saja. "Kemampuan adaptasi itu yang luar biasa dengan mulai beradaptasi dengan market baru ke digital. Tahun lalu ada peningkatan 4 juta kita yang tertinggi di platform digital kita, jadi total yang sudah beralih sekarang 12 juta UMKM," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
Kolaborasikan Musik-UMKM,...
Kolaborasikan Musik-UMKM, Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25 Ribu Slankers
Ratusan Peserta Ramaikan...
Ratusan Peserta Ramaikan AllPack Surabaya dan East Beauty Pack Expo 2026
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Rekomendasi
Apa Itu Khodam? Begini...
Apa Itu Khodam? Begini Penjelasan Khodam dalam Islam, Benarkah Ada Pendamping Gaib?
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Media Norwegia Pertanyakan...
Media Norwegia Pertanyakan Gol Inggris, Sebut Berpotensi Jadi Skandal Wasit Terbesar
Berita Terkini
Dituntut 8,5 Tahun Penjara,...
Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Gubernur Riau: JPU Abaikan Fakta Persidangan
Ini Identitas 12 Korban...
Ini Identitas 12 Korban Meninggal dan 6 Luka Akibat Kecelakaan Maut di Pantura
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
Gunung Merapi Semburkan...
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran hingga 2 Km Pagi Ini
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved