WHO Prihatin Penambahan Kasus COVID-19 Terbanyak dalam Sehari
Kamis, 21 Mei 2020 - 05:52 WIB
loading...
A
A
A
Minggu ini Trump mengancam akan menarik diri dari WHO dan secara permanen mencabut pendanaan untuk badan itu.
Terkait hal itu, Tedros mengakui telah menerima surat dari Trump. Namun ia menolak berkomentar lebih lanjut.
Tedros mengatakan, dia telah lama mencari sumber pendanaan lain untuk WHO. Ia mengatakan anggarannya USD2,3 miliar sangat kecil untuk badan internasional, atau setara dengan anggaran rumah sakit berukuran sedang di negara maju.
Tedros menyatakan berkomitmen untuk pertanggungjawaban dan akan melakukan peninjauan atas respons terhadap pandemi. Ulasan semacam itu dituntut oleh negara-negara anggota dalam resolusi minggu ini yang disahkan oleh konsensus, meskipun Amerika Serikat menyatakan keberatan tentang beberapa elemennya.
“Saya mengatakan berulang kali bahwa WHO meminta pertanggungjawaban lebih dari siapa pun. Itu harus dilakukan dan ketika selesai harus komprehensif,” kata Tedros tentang ulasan itu, sambil menolak mengatakan kapan itu akan dimulai.
Sementara itu kepala program kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan: "Kita akan segera mencapai tonggak tragis dari 5 juta kasus."
Terkait hal itu, Tedros mengakui telah menerima surat dari Trump. Namun ia menolak berkomentar lebih lanjut.
Tedros mengatakan, dia telah lama mencari sumber pendanaan lain untuk WHO. Ia mengatakan anggarannya USD2,3 miliar sangat kecil untuk badan internasional, atau setara dengan anggaran rumah sakit berukuran sedang di negara maju.
Tedros menyatakan berkomitmen untuk pertanggungjawaban dan akan melakukan peninjauan atas respons terhadap pandemi. Ulasan semacam itu dituntut oleh negara-negara anggota dalam resolusi minggu ini yang disahkan oleh konsensus, meskipun Amerika Serikat menyatakan keberatan tentang beberapa elemennya.
“Saya mengatakan berulang kali bahwa WHO meminta pertanggungjawaban lebih dari siapa pun. Itu harus dilakukan dan ketika selesai harus komprehensif,” kata Tedros tentang ulasan itu, sambil menolak mengatakan kapan itu akan dimulai.
Sementara itu kepala program kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan: "Kita akan segera mencapai tonggak tragis dari 5 juta kasus."
Lihat Juga :