Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Raja Sapta Oktohari Masuk Tahap Penyidikan
Kamis, 21 Mei 2020 - 05:30 WIB
loading...
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihak penyidik telah mempelajari laporan tersebut dan telah menaikkan statusnya ke tahap penyidikan. (Ist)
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya telah memulai penyidikan terkait laporan kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap Raja Sapta Oktohari (RSO).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihak penyidik telah mempelajari laporan tersebut dan telah menaikkan statusnya ke tahap penyidikan. "Kita telah melakukan gelar perkara awal, status sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan," kata Yusri saat dikonfirmasi, Rabu (20/05/20).
Menurut Yusri, kasus ini berawal dari adanya pihak yang melaporkan RSO atas dugaan penipuan investasi di perusahaan yang dikelola Raja Sapta. "Tanggal 4 Mei ada laporan terhadap empat orang karena merasa ditipu di investasi PT MPIP yang sudah dia keluarkan transfer sekitar Rp18 miliar," ujarnya.
Raja yang merupakan Direktur Utama PT MPIP kemudian mendapat serangan dari media sosial terutama dari akun FaceBook LQ Indonesia Law Firm.
Akun FaceBook itu menuduh RSO melakukan penipuan dan atas unggahan tersebut tim kuasa hukum RSO mempolisikan akun tersebut. "Benar juga ada laporan dari pihak RSO. Korban itu merasa dicemarkan nama baiknya yang diberitakan sebagai penipu oleh pemilik akun FaceBook atas nama LQ Indonesia Law Firm," papar Yusri.
Yusri mengatakan RSO membantah semua tudingan yang ditulis oleh akun FaceBook itu. Salah satu tudingan yang disampaikan akun itu yaitu menyebut 'Raja Sapta Oktohari, anak Wakil Ketua MPR dipidana pasal berlapis'.
"Menurut korban tulisan itu tidak benar karena belum ada putusan pengadilan terkait tuduhan ke korban," kata Yusri.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihak penyidik telah mempelajari laporan tersebut dan telah menaikkan statusnya ke tahap penyidikan. "Kita telah melakukan gelar perkara awal, status sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan," kata Yusri saat dikonfirmasi, Rabu (20/05/20).
Menurut Yusri, kasus ini berawal dari adanya pihak yang melaporkan RSO atas dugaan penipuan investasi di perusahaan yang dikelola Raja Sapta. "Tanggal 4 Mei ada laporan terhadap empat orang karena merasa ditipu di investasi PT MPIP yang sudah dia keluarkan transfer sekitar Rp18 miliar," ujarnya.
Raja yang merupakan Direktur Utama PT MPIP kemudian mendapat serangan dari media sosial terutama dari akun FaceBook LQ Indonesia Law Firm.
Akun FaceBook itu menuduh RSO melakukan penipuan dan atas unggahan tersebut tim kuasa hukum RSO mempolisikan akun tersebut. "Benar juga ada laporan dari pihak RSO. Korban itu merasa dicemarkan nama baiknya yang diberitakan sebagai penipu oleh pemilik akun FaceBook atas nama LQ Indonesia Law Firm," papar Yusri.
Yusri mengatakan RSO membantah semua tudingan yang ditulis oleh akun FaceBook itu. Salah satu tudingan yang disampaikan akun itu yaitu menyebut 'Raja Sapta Oktohari, anak Wakil Ketua MPR dipidana pasal berlapis'.
"Menurut korban tulisan itu tidak benar karena belum ada putusan pengadilan terkait tuduhan ke korban," kata Yusri.
Lihat Juga :