Wisuda Daring Universitas Pancasila, Rektor Berpesan Tetap Jaga Nilai Pancasila
Rabu, 14 April 2021 - 19:10 WIB
loading...
Universitas Pancasila melaksanakan wisuda semester gasal 2020/2021 secara daring.Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Universitas Pancasila melaksanakan wisuda semester gasal 2020/2021 secara daring dengan tema ‘Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Sebagai Perwujudan Membangun Lulusan Yang APIK (Adaptif, Produktif, Inovatif, Kontributif)’.
Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia yang juga alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Pancasila, Achsanul Qosasi memberikan orasi ilmiahnya. Dalam wisuda daring tersebut Universitas Pancasila meluluskan sebanyak 989 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai ahli madya, sarjana, profesi apoteker, magister dan doktor.
Dengan tambahan kelulusan ini, tercatat UP telah sejak didirikan pada tanggal 28 Oktober 1966 memiliki 65.481 alumni dari berbagai program studi. Mulai bulan Februari 2021, UP telah menerapkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.
Hal ini sebagai bentuk komitmen terhadap kebijakan MBKM yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020. Penerapan MBKM di Universitas Pancasila dilakukan untuk beberapa kegiatan.
“Mahasiswa diberikan hak belajar selama 3 semester atau setara dengan 40 sks untuk belajar, baik di dalam Universitas ataupun di luar Universitas, dalam bentuk Pertukaran Pelajar, Magang, Riset, dan KKN Tematik serta proyek independen,” katanya, Rabu (14/4/2021).
Untuk mendukung kegiatan kampus merdeka belajar kampus merdeka (MBKM), Rektor UP telah menandatangani MoU dengan Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Padjajaran Bandung dan Universitas Diponegoro. Untuk mendukung program magang mahasiswa, Rektor UP telah menandatangani MoU dengan Moratelindo, Perindo dan Telkom.
“Penerapan MBKM ini tentu terlaksana karena bekerja sama dengan mitra dalam ekosistem MBKM, dengan berkolaborasi dan bersinergi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa kami, demi terciptanya lulusan yang profesional dan unggul. Hal ini juga sesuai dengan konsep pentahelix, yaitu Perguruan Tinggi berkolaborasi dengan Dunia Usaha Dunia Industri, masyarakat, pemerintah dan media,” ungkapnya.
Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia yang juga alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Pancasila, Achsanul Qosasi memberikan orasi ilmiahnya. Dalam wisuda daring tersebut Universitas Pancasila meluluskan sebanyak 989 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai ahli madya, sarjana, profesi apoteker, magister dan doktor.
Dengan tambahan kelulusan ini, tercatat UP telah sejak didirikan pada tanggal 28 Oktober 1966 memiliki 65.481 alumni dari berbagai program studi. Mulai bulan Februari 2021, UP telah menerapkan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.
Hal ini sebagai bentuk komitmen terhadap kebijakan MBKM yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020. Penerapan MBKM di Universitas Pancasila dilakukan untuk beberapa kegiatan.
“Mahasiswa diberikan hak belajar selama 3 semester atau setara dengan 40 sks untuk belajar, baik di dalam Universitas ataupun di luar Universitas, dalam bentuk Pertukaran Pelajar, Magang, Riset, dan KKN Tematik serta proyek independen,” katanya, Rabu (14/4/2021).
Untuk mendukung kegiatan kampus merdeka belajar kampus merdeka (MBKM), Rektor UP telah menandatangani MoU dengan Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Padjajaran Bandung dan Universitas Diponegoro. Untuk mendukung program magang mahasiswa, Rektor UP telah menandatangani MoU dengan Moratelindo, Perindo dan Telkom.
“Penerapan MBKM ini tentu terlaksana karena bekerja sama dengan mitra dalam ekosistem MBKM, dengan berkolaborasi dan bersinergi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa kami, demi terciptanya lulusan yang profesional dan unggul. Hal ini juga sesuai dengan konsep pentahelix, yaitu Perguruan Tinggi berkolaborasi dengan Dunia Usaha Dunia Industri, masyarakat, pemerintah dan media,” ungkapnya.
Lihat Juga :