Efisiensi Listrik, EBT Ramah Lingkungan Ini Bisa Dipakai di Daerah Terpencil
Selasa, 13 April 2021 - 13:43 WIB
loading...
Efisiensi Listrik, EBT Ramah Lingkungan Ini Bisa Dipakai di Daerah Terpencil. Foto/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Masih banyak daerah terpencil di Indonesia belum terjangkau oleh jaringan listrik. Mereka harus menjalani kehidupan dalam gulita dan keterbatasan akses kelistrikan.
Melihat kondisi itu, salah satu guru besar (gubes) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir Soedibyo MMT berhasil mengombinasikan rangkaian Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk meningkatkan efisiensi listrik pada daerah terpencil.
Ia menuturkan, beberapa daerah terpencil tidak bisa dialiri oleh jaringan listrik lantaran sulit terjangkau.
Sehingga diperlukan sumber listrik yang bisa didapatkan sumber energi lokal pada daerah setempat, seperti energi matahari, energi angin, atau lainnya. Sumber energi tersebut juga merupakan EBT yang ramah lingkungan.
Sayangnya, pemanfaatan EBT ternyata masih dinilai kurang efisien karena ketersediaannya tidak bisa konstan secara terus-menerus dan penggunaan di masyarakat juga tidak menentu.
“Seperti ketika mendung, sumber energi matahari siang hari jadi terhambat,” katanya, Selasa (13/4/2021).
Gubes dari Departemen Teknik Elektro ini merangkai kombinasi sumber EBT, yaitu matahari, angin, dan hidrogen supaya dapat menghasilkan listrik yang konstan dan efisiensi yang tinggi.
Melihat kondisi itu, salah satu guru besar (gubes) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir Soedibyo MMT berhasil mengombinasikan rangkaian Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk meningkatkan efisiensi listrik pada daerah terpencil.
Ia menuturkan, beberapa daerah terpencil tidak bisa dialiri oleh jaringan listrik lantaran sulit terjangkau.
Sehingga diperlukan sumber listrik yang bisa didapatkan sumber energi lokal pada daerah setempat, seperti energi matahari, energi angin, atau lainnya. Sumber energi tersebut juga merupakan EBT yang ramah lingkungan.
Sayangnya, pemanfaatan EBT ternyata masih dinilai kurang efisien karena ketersediaannya tidak bisa konstan secara terus-menerus dan penggunaan di masyarakat juga tidak menentu.
“Seperti ketika mendung, sumber energi matahari siang hari jadi terhambat,” katanya, Selasa (13/4/2021).
Gubes dari Departemen Teknik Elektro ini merangkai kombinasi sumber EBT, yaitu matahari, angin, dan hidrogen supaya dapat menghasilkan listrik yang konstan dan efisiensi yang tinggi.
Lihat Juga :