Kisah Tenaga Medis Corona, Mulai Ditolak Warga hingga Digoda Pasien

Minggu, 19 April 2020 - 08:21 WIB
loading...
Kisah Tenaga Medis Corona,...
Anggota Tim Penyelidikan Epidemiologi (PE) virus Corona di Puskesmas Koja, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2020). Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Banyak cerita menjadi tenaga medis yang bertugas menangani suspect dan pasien positif Corona atau Covid-19.

Seperti dialami Galuh Ajeng Ari Pratiwi (25), perawat di Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara yang bertugas sebagai anggota tim Penyelidikan Epidemiologi (PE) sejak merebaknya virus Corona.

Dia mengalami berbagai pengalaman sebagai petugas medis mulai dari ditolak warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga digoda pasien. "Kadang ada ODP yang tidak terima saat kita surveilans. Ya kita tanggapi dengan positif saja," ujar Ajeng, seperti dikutip beritajakarta.id, Sabtu (18/4/2020).

Terhadap ODP maupun PDP, dia tidak memiliki trik khusus. Selama ini dia dan rekan-rekannya hanya bermodal sabar dan terus melakukan pendekatan secara persuasif. (Baca juga: Begini Cara Cek Persebaran COVID-19 Melalui Portal Online)

Hasilnya, tidak sedikit ODP dan PDP yang malah akhirnya menghubungi mereka saat merasakan gejala medis. Bila sudah demikian, selanjutnya akan terbangun rasa percaya dari pasien kemudian lebih kooperatif melaporkan atau merespons pemantauan yang dilakukan petugas.

Setiap harinya Ajeng bersama 13 tenaga medis lain di Tim PE Puskesmas Kecamatan Koja mendapat jatah melakukan surveilans satu hingga lima pasien. Tugas surveilans terhadap pasien rutin dilakukan setiap hari hingga 14 hari ke depan status pasien terkonfirmasi negatif.

Akibat interaksi rutin itu, ada beberapa pasien pria yang malah menggodanya. Bukan hanya itu, berbagai kisah seru juga pernah dilakoni Ajeng saat surveilans ke kediaman suspect. (Baca juga: IDI Tak Dapat Data dari Pemerintah soal Dokter dan Perawat yang Terpapar Corona)

Dia mengaku semangatnya tetap terjaga dalam menjalankan tugas karena mendapat dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat di lingkungannya di wilayah Cilincing.

Walau tidak mendapat perlakuan intimidatif, dia selalu berhati-hati setiap bertugas dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat agar tidak terpapar ataupun menjadi carier yang membahayakan keluarga maupun lingkungan tempat tinggalnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Kemenkes Keluarkan Surat...
Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Campak untuk Tenaga Medis dan Kesehatan, Ini Isinya
Percepat Adaptasi Tenaga...
Percepat Adaptasi Tenaga Medis terhadap Inovasi Kedokteran melalui Simposium Nasional
Rekomendasi
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Berita Terkini
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Ini Tuntutan BEM SI...
Ini Tuntutan BEM SI Kerakyatan Jakarta saat Demo di Depan Gedung DPR
Infografis
Tenaga Kerja Asing Dilarang...
Tenaga Kerja Asing Dilarang Masuk ke Indonesia Mulai 21 Juli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved